Friday, June 1, 2007

Uangmu, Uangku bukan uang kita

Dikutip dari Majalah Wirausaha dan Keuangan
Pernah dengar lagu sepiring berdua ? Ya artikel ini memiliki logika yang sama. Kalau dilagu sepiring berdua kita membicarakan tentang nasi, maka disini kita akan membicarakan tentang uang. Ya uang dalam usaha dan uang bagi pengusaha. Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian dari pengusaha dan wirausaha yang ada di Indonesia adalah pengusaha kecil atau yang sering diistilahkan dengan wirausaha UMKM. Tidak dapat dipungkiri pula bahwa sebagian dari mereka adalah pengusaha yang menjalankan usahanya dari nol, bahkan ada yang memulai usahanya dari minus. Dan dari segi latar belakang, sebagian besar juga bukan dari keluarga pengusaha, Jadi mereka melakukan usaha atas kekuatan dan kemampuan pribadi. Nah ini pula yang membuat para pengusaha kita kadangkala tidak mampu untuk mempertahankan usahanya. Bukan karena usaha tersebut jelek, bukan pula karena kalah dalam bersaing, tapi lebih sering lagi ini terjadi karena ketidak mampuan pengusaha untuk mengatur manajemen intern perusahaannya. Saat ini kita akan membicarakan sedikit tentang manajeman keuangan usaha khususnya pengelolaan keuangan usaha dan keuangan keluarga. Apa itu uang usaha ? uang usaha adalah hasil yang didapatkan dari perputaran usaha. Dan uang ini sama sekali berbeda dengan uang pribadi. Bagi sebagian orang mungkin tidak mempermasalahkan hal ini. Toh uangnya kan uang kita juga. Kalau butuh untuk keluarga, kita ambil dari kantong atau laci meja kantor. Dan kalau butuh untuk usaha, kita juga kadangkala ambil dari laci lemari rumah. Ngga masalah kan ? uangnya kan dari usaha kita juga. Itu mungkin tanggapan Anda. Tapi perlu diingat ini yang biasanya membuat kita gagal mengelola keuangan kita. Penggabungan “laci” sih ngga masalah. Tapi penggabungan kepentingan ? Nanti dulu. Coba renungkan sedikit alasan saya ini kenapa hal ini tidak baik 1. Tidak jelasnya besaran kebutuhan rumah tangga Kenapa ? Ya arena Anda akan merasa bahwa uang selalu ada dan selalu bisa diambil baik itu di laci meja kantor atau laci lemari. Apa akibat yang bisa terjadi ? Dengan pengambilan yang tidak terkontrol, Anda bisa jadi telah mengambil uang modal atau bahkan uang utang secara tidak disengaja. Nah apa akibatnya ? likuiditas keuangan akan kacau 2. Tidak Mendapatkan Untung Bagaimana bisa ? Bisa. Ini terjadi karena Anda menggabungkan antara kebutuhan keluarga dan usaha. Akibatnya keuntungan yang didapat bisa saja telah Anda ambil sebelum waktunya karena digunakan untuk membayar belanjaan hari itu. 3. Mengganggu Penjadwalan Pembayaran Hutang Ini bisa terjadi bila tanpa disengaja Anda telah menggunakan uang “jatah” utang untuk kebutuhan pribadi. Apa ini mungkin terjadi ? mungkin dan sangat mungkin. Adanya perbedaan waktu antara penerimaan dana dari usaha dan waktu pembayaran tagihan bisa membuat kita merasa bahwa kita memiliki pendapatan lebih. Padahal kelebihan tersebut adalah “jatah” untuk membayar utang. Sehingga bila ini terus terjadi, penjadwalan pembayaran utang bisa amburadul Masih banyak lagi kejelekan dan kerugian yang diakibatkan tercampurnya uang usaha dan uang pribadi. Jadi walaupun uang Anda berada dalam satu laci berdua, tetap selalu ingat, UangKu = UangMu, Uangmu bukan Uang Kita. Selamat menjalankan usaha. Salam,

No comments: