Saturday, June 16, 2007
Hidup numpang malah boros
Nama saya Asti, saya seorang gadis 26th, sebenarnya sudah terhitung mapan dengan penghasilan di atas 7juta sebulan dan masih hidup menumpang orang tua. Akan tetapi, hidup menumpang orang tua itu justru membuat saya terjebak dalam suatu masalah keuangan yg pelik. Ibu dan adik perempuan saya adalah orang yg konsumtif, permasalahannya adalah saya jadi sering harus ikut membiayai gaya hidup mereka yg konsumtif sementara saya juga tidak bisa membohongi mereka dengan mengatakan saya tidak punya uang, padahal saya sadar betul bahwa saya harus menabung untuk cadangan biaya yg tak terduga nantinya.
Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih
Jawab :
Yth. Saudari Asti
Sepertinya dengan hidup menumpang orang tua yg seharusnya bias membuat anda menghemat pengeluaran malah membuat anda boros, ya?
Saya juga mengerti bahwa bohong itu dosa dan haram dilakukan, tapi saya sarankan anda membuka rekening lagi untuk tabungan anda sendiri dan tidak boleh diganggu gugat. Sisihkan sekitar 1.5jt dari penghasilan anda sebulan di rekening ini sebagai tabungan anda kelak, sehingga anda tidak perlu berbohong dengan menunjukkan saldo rekening utama anda saja kepada orang tua anda sementara anda tetap bisa berhemat dan menabung.
Saya sebenarnya ingin menyarankan anda untuk menginvestasikan uang anda dalam deposito sehingga uang yang anda transfer ke deposito itu tidak akan diganggu gugat, bahkan akan memberikan keuntungan yg berlipat ganda kepada anda, ini bisa dipilih apabila anda memang berani menginvestasikan uang anda dalam bentuk deposito sementara anda sendiri juga harus hati – hati memilihi tempat anda menginvestasikan, karena salah – salah uang anda bisa hilang hanya karena tempat anda berinvestasi tidak bonafid.
Sekian dulu saran dari saya, semoga bermanfaat.
Salam untuk keluarga semoga selalu sehat dan yang penting, selalu ingat kepada Yang Maha Kuasa karena hanya Dialah yg Maha Perencana dan Maha Menentukan.
Friday, June 1, 2007
Melunasi Hutang
Dikutip dari Tabloid FIKRI
Pengelola keuangan yang baik,
Saya seorang ibu rumah tangga dengan dua orang anak berumur 3 tahun. Kami berdua bekerja, saya di sebuah bank dan suami saya bekerja di sebuah perusahaan otomotif di Jakarta. Saya selalu mengikuti berbagai ulasan sekitar keuangan keluarga di rubrik ini. Uraian artikel tersebut banyak membantu kami dalam perencanaan. Satu hal ingin saya tanyakan adalah, apakah baik bila kami membayar lunas utang yang masih kami miliki? Sebagai tambahan bahwa kami masih memiliki kredit rumah, kartu kredit dan kredit mobil. Kami baru mendapatkan warisan yang jumlahnya cukup besar.
Nita - Fatmawati
Jawab:
Walau pada masa sekarang mungkin akan sulit untuk tidak sama sekali terlibat dengan hutang, namun sedapat mungkin tidak berhutang. Kalau memang terpaksa berhutang maka akan lebih baik jika dilunasi dengan baik, bahkan lebih cepat dari jadwalnya akan lebih baik lagi.
Namun tentunya kita harus selektif dalam menentukan hutang mana yang akan dilunasi lebih dahulu. Karena tentunya masih ada kebutuhan yang lain dan tidak semua hutang bisa dilunasi dengan lebih cepat.
Ada beberapa macam metode dalam menentukan kewajiban membayar hutang berbunga. Ada hutang yang tidak berubah besarnya walaupun dibayar lebih awal, bahkan ada yang justru mengenakan denda jika dibayar lebih awal. Namun ada juga hutang yang justru lebih baik dilunasi lebih awal. Sekarang, kita coba bahas satu persatu hutang tersebut:
Untuk kartu kredit, tentunya akan lebih baik jika sesegera mungkin dilunasi karena kartu kredit ini memiliki bunga yang sangat besar dan dihitung setiap bulan bunga berbunga. Jika terlambat melunasi kartu kredit akibatnya bisa fatal, apalagi kalau cuma bayar minimalmnya saja. Bahkan kalau terpaksa menggunakan kartu kredit, sedapat mungkin lunasi sebelum dikenakan bunga.
Sekarang KPR. Kalau Anda mengambil KPR dari Bank BTN biasanya digunakan sistem bunga yang anuitas efektif. Dengan sistem bunga seperti ini, akan lebih menguntungkan jika Anda bisa membayar lebih cepat dari jadwal karena beban bunga yang harus ditanggung menjadi lebih rendah. Bahkan penghematannya bisa cukup besar jika bisa langsung dilunasi. Namun untuk KPR yang menggunakan sistem bunga yang flat, mungkin akan berbeda kondisinya. Coba cek saja akad perjanjian kreditnya, disitu biasanya disebutkan klausul untuk pembayaran yang dipercepat. Jika tidak, Anda bisa menghubungi costumer service bank yang bersangkutan.
Beda halnya dengan cicilan mobil. Kalau Anda mencicil mobil dengan cara leasing dari perusahaan pembiayaan, biasanya akan sulit untuk dilunasi lebih cepat. Namun untuk lebih pastinya, tanyakan langsung kepada perusahaan pembiayaannya apakah bisa dilunasi lebih cepat. Kalau memang ada denda untuk pembayaran yang dipercepat, bandingkan dengan biaya bunga yang bisa dihemat. Kalau kredit mobilnya dari bank, biasanya pakai bunga yang flat, perlakuannya akan sama dengan KPR yang berbunga flat.
Salam
Melunasi Hutang
Dikutip dari Tabloid FIKRI
Pengelola keuangan yang baik,
Saya seorang ibu rumah tangga dengan dua orang anak berumur 3 tahun. Kami berdua bekerja, saya di sebuah bank dan suami saya bekerja di sebuah perusahaan otomotif di Jakarta. Saya selalu mengikuti berbagai ulasan sekitar keuangan keluarga di rubrik ini. Uraian artikel tersebut banyak membantu kami dalam perencanaan. Satu hal ingin saya tanyakan adalah, apakah baik bila kami membayar lunas utang yang masih kami miliki? Sebagai tambahan bahwa kami masih memiliki kredit rumah, kartu kredit dan kredit mobil. Kami baru mendapatkan warisan yang jumlahnya cukup besar.
Nita - Fatmawati
Jawab:
Walau pada masa sekarang mungkin akan sulit untuk tidak sama sekali terlibat dengan hutang, namun sedapat mungkin tidak berhutang. Kalau memang terpaksa berhutang maka akan lebih baik jika dilunasi dengan baik, bahkan lebih cepat dari jadwalnya akan lebih baik lagi.
Namun tentunya kita harus selektif dalam menentukan hutang mana yang akan dilunasi lebih dahulu. Karena tentunya masih ada kebutuhan yang lain dan tidak semua hutang bisa dilunasi dengan lebih cepat.
Ada beberapa macam metode dalam menentukan kewajiban membayar hutang berbunga. Ada hutang yang tidak berubah besarnya walaupun dibayar lebih awal, bahkan ada yang justru mengenakan denda jika dibayar lebih awal. Namun ada juga hutang yang justru lebih baik dilunasi lebih awal. Sekarang, kita coba bahas satu persatu hutang tersebut:
Untuk kartu kredit, tentunya akan lebih baik jika sesegera mungkin dilunasi karena kartu kredit ini memiliki bunga yang sangat besar dan dihitung setiap bulan bunga berbunga. Jika terlambat melunasi kartu kredit akibatnya bisa fatal, apalagi kalau cuma bayar minimalmnya saja. Bahkan kalau terpaksa menggunakan kartu kredit, sedapat mungkin lunasi sebelum dikenakan bunga.
Sekarang KPR. Kalau Anda mengambil KPR dari Bank BTN biasanya digunakan sistem bunga yang anuitas efektif. Dengan sistem bunga seperti ini, akan lebih menguntungkan jika Anda bisa membayar lebih cepat dari jadwal karena beban bunga yang harus ditanggung menjadi lebih rendah. Bahkan penghematannya bisa cukup besar jika bisa langsung dilunasi. Namun untuk KPR yang menggunakan sistem bunga yang flat, mungkin akan berbeda kondisinya. Coba cek saja akad perjanjian kreditnya, disitu biasanya disebutkan klausul untuk pembayaran yang dipercepat. Jika tidak, Anda bisa menghubungi costumer service bank yang bersangkutan.
Beda halnya dengan cicilan mobil. Kalau Anda mencicil mobil dengan cara leasing dari perusahaan pembiayaan, biasanya akan sulit untuk dilunasi lebih cepat. Namun untuk lebih pastinya, tanyakan langsung kepada perusahaan pembiayaannya apakah bisa dilunasi lebih cepat. Kalau memang ada denda untuk pembayaran yang dipercepat, bandingkan dengan biaya bunga yang bisa dihemat. Kalau kredit mobilnya dari bank, biasanya pakai bunga yang flat, perlakuannya akan sama dengan KPR yang berbunga flat.
Salam
Melunasi hutang
Dikutip dari Tabloid FIKRI
Pengelola keuangan yang baik,
Saya seorang ibu rumah tangga dengan dua orang anak berumur 3 tahun. Kami berdua bekerja, saya di sebuah bank dan suami saya bekerja di sebuah perusahaan otomotif di Jakarta. Saya selalu mengikuti berbagai ulasan sekitar keuangan keluarga di rubrik ini. Uraian artikel tersebut banyak membantu kami dalam perencanaan. Satu hal ingin saya tanyakan adalah, apakah baik bila kami membayar lunas utang yang masih kami miliki? Sebagai tambahan bahwa kami masih memiliki kredit rumah, kartu kredit dan kredit mobil. Kami baru mendapatkan warisan yang jumlahnya cukup besar.
Nita - Fatmawati
Jawab:
Walau pada masa sekarang mungkin akan sulit untuk tidak sama sekali terlibat dengan hutang, namun sedapat mungkin tidak berhutang. Kalau memang terpaksa berhutang maka akan lebih baik jika dilunasi dengan baik, bahkan lebih cepat dari jadwalnya akan lebih baik lagi.
Namun tentunya kita harus selektif dalam menentukan hutang mana yang akan dilunasi lebih dahulu. Karena tentunya masih ada kebutuhan yang lain dan tidak semua hutang bisa dilunasi dengan lebih cepat.
Ada beberapa macam metode dalam menentukan kewajiban membayar hutang berbunga. Ada hutang yang tidak berubah besarnya walaupun dibayar lebih awal, bahkan ada yang justru mengenakan denda jika dibayar lebih awal. Namun ada juga hutang yang justru lebih baik dilunasi lebih awal. Sekarang, kita coba bahas satu persatu hutang tersebut:
Untuk kartu kredit, tentunya akan lebih baik jika sesegera mungkin dilunasi karena kartu kredit ini memiliki bunga yang sangat besar dan dihitung setiap bulan bunga berbunga. Jika terlambat melunasi kartu kredit akibatnya bisa fatal, apalagi kalau cuma bayar minimalmnya saja. Bahkan kalau terpaksa menggunakan kartu kredit, sedapat mungkin lunasi sebelum dikenakan bunga.
Sekarang KPR. Kalau Anda mengambil KPR dari Bank BTN biasanya digunakan sistem bunga yang anuitas efektif. Dengan sistem bunga seperti ini, akan lebih menguntungkan jika Anda bisa membayar lebih cepat dari jadwal karena beban bunga yang harus ditanggung menjadi lebih rendah. Bahkan penghematannya bisa cukup besar jika bisa langsung dilunasi. Namun untuk KPR yang menggunakan sistem bunga yang flat, mungkin akan berbeda kondisinya. Coba cek saja akad perjanjian kreditnya, disitu biasanya disebutkan klausul untuk pembayaran yang dipercepat. Jika tidak, Anda bisa menghubungi costumer service bank yang bersangkutan.
Beda halnya dengan cicilan mobil. Kalau Anda mencicil mobil dengan cara leasing dari perusahaan pembiayaan, biasanya akan sulit untuk dilunasi lebih cepat. Namun untuk lebih pastinya, tanyakan langsung kepada perusahaan pembiayaannya apakah bisa dilunasi lebih cepat. Kalau memang ada denda untuk pembayaran yang dipercepat, bandingkan dengan biaya bunga yang bisa dihemat. Kalau kredit mobilnya dari bank, biasanya pakai bunga yang flat, perlakuannya akan sama dengan KPR yang berbunga flat.
Salam
Rumah Mertua
Dikutip dari Danareksa.com
Selama ini saya, suami, dan kedua orang anak saya masih tinggal di rumah Ibu. Sebulan terakhir ini, hubungan saya dan Ibu memburuk. Saya merasa tertekan dengan tidak adanya privasi bagi keluarga inti saya (suami dan anak-anak). Karena itu, kami berencana untuk pindah rumah. Kendalanya, kami belum punya cukup dana untuk membeli rumah secara tunai. Sebenarnya, suami punya sebuah rumah yang tidak ditinggali. Karena rumah itu membawa kenangan buruk, kami memilih untuk membiarkannya kosong. Namun sekarang kami berniat menjualnya saja, lalu uangnya akan digunakan untuk tambahan dana membeli rumah baru. Pertanyaan saya: Apakah kami harus memberanikan diri untuk kredit rumah tanpa harus menunggu rumah kosong kami laku dulu, sambil menunggu rumah tersebut laku, baru kami membeli rumah baru? terima kasih untuk jawabannya
Yashinta, Jakarta
Jawaban: Halo Ibu Yashinta Ada banyak penyebab mengapa seseorang atau sebuah keluarga memutuskan pindah rumah atau memiliki tempat tinggal sendiri. Seperti yang terjadi pada keluarga Anda, karena ingin lebih memiliki privasi, maka memutuskan untuk pindah dari rumah ibu Anda, yang selama ini menjadi tempat tinggal Anda sekeluarga. Walaupun, suami sudah memilki rumah yang siap ditempati, namun Anda sekeluarga memutuskan tidak pindah kesana. Alasannya rumah tersebut membawa kenangan buruk, sehingga dikhawatirkan mengakibat suasananya yang tidak menyenangkan jika tinggal disana. Sehingga pada akhirnya Anda & suami memutuskan untuk membeli rumah baru. Masalahnya saat ini keluarga Anda belum memiliki dana tunai yang cukup untuk membeli rumah, sehingga kemungkinan harus mengambil kredit rumah dari bank. Dan untuk membantu persiapan dana membeli rumah nanti, Anda dan suami juga memutuskan untuk menjual rumah suami, dan uang hasil penjualan rumahnya akan digunakan untuk membantu pembelian rumah baru. Dengan mengambil kredit rumah, Anda tidak perlu membayar rumah tersebut sekaligus tetapi dicicil selama jangka waktu tertentu. Walaupun demikian Anda tetap harus menyediakan sejumlah uang tunai untuk membayar uang muka rumahnya. Jadi jumlah KPR yang diberikan memang tidak sebesar harga rumahnya tetapi maksimal 70% dari harga rumahnya saja. Sisanya yang 30% harus Anda siapkan sendiri dan dibayar ke developer, uang inilah yang dianggap sebagai uang muka. Jadi misalnya harga rumah Rp 100 juta, maka pembiayaan kredit rumah dari bank adalah sebesar Rp 70 juta, kemudian sisanya yang Rp 30 juta harus Anda siapkan tunai. Sekarang masalahnya tinggal Anda sudah mempunyai uang muka rumah atau belum. Jika sudah, maka Anda bisa mengambil kredit rumah. Jika belum tentu harus dipersiapkan terlebih dahulu sebelum mengajukan aplikasi kredit rumah ke bank. Jika Anda akan mempersiapkan uang muka rumah ini dari hasil penjualannya rumah suami, maka sebaiknya tunggu sampai rumah tersebut sudah terjual dan uang hasil penjualan sudah ditangan. Sebab proses menjual rumah bisa memakan waktu lama, mungkin bisa 1 bulan, 3 bulan bahkan lebih tergantung dari banyakya peminat. Jangan sampai ketika aplikasi kredit rumahnya sudah disetujui, Anda malah belum mempunyai dana untuk membayar uang mukanya, bisa-bisa pengajuan kredit rumah Anda dibatalkan. Salam,
Uangmu, Uangku bukan uang kita
Pernah dengar lagu sepiring berdua ? Ya artikel ini memiliki logika yang sama. Kalau dilagu sepiring berdua kita membicarakan tentang nasi, maka disini kita akan membicarakan tentang uang. Ya uang dalam usaha dan uang bagi pengusaha. Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian dari pengusaha dan wirausaha yang ada di Indonesia adalah pengusaha kecil atau yang sering diistilahkan dengan wirausaha UMKM. Tidak dapat dipungkiri pula bahwa sebagian dari mereka adalah pengusaha yang menjalankan usahanya dari nol, bahkan ada yang memulai usahanya dari minus. Dan dari segi latar belakang, sebagian besar juga bukan dari keluarga pengusaha, Jadi mereka melakukan usaha atas kekuatan dan kemampuan pribadi. Nah ini pula yang membuat para pengusaha kita kadangkala tidak mampu untuk mempertahankan usahanya. Bukan karena usaha tersebut jelek, bukan pula karena kalah dalam bersaing, tapi lebih sering lagi ini terjadi karena ketidak mampuan pengusaha untuk mengatur manajemen intern perusahaannya. Saat ini kita akan membicarakan sedikit tentang manajeman keuangan usaha khususnya pengelolaan keuangan usaha dan keuangan keluarga. Apa itu uang usaha ? uang usaha adalah hasil yang didapatkan dari perputaran usaha. Dan uang ini sama sekali berbeda dengan uang pribadi. Bagi sebagian orang mungkin tidak mempermasalahkan hal ini. Toh uangnya kan uang kita juga. Kalau butuh untuk keluarga, kita ambil dari kantong atau laci meja kantor. Dan kalau butuh untuk usaha, kita juga kadangkala ambil dari laci lemari rumah. Ngga masalah kan ? uangnya kan dari usaha kita juga. Itu mungkin tanggapan Anda. Tapi perlu diingat ini yang biasanya membuat kita gagal mengelola keuangan kita. Penggabungan “laci” sih ngga masalah. Tapi penggabungan kepentingan ? Nanti dulu. Coba renungkan sedikit alasan saya ini kenapa hal ini tidak baik 1. Tidak jelasnya besaran kebutuhan rumah tangga Kenapa ? Ya arena Anda akan merasa bahwa uang selalu ada dan selalu bisa diambil baik itu di laci meja kantor atau laci lemari. Apa akibat yang bisa terjadi ? Dengan pengambilan yang tidak terkontrol, Anda bisa jadi telah mengambil uang modal atau bahkan uang utang secara tidak disengaja. Nah apa akibatnya ? likuiditas keuangan akan kacau 2. Tidak Mendapatkan Untung Bagaimana bisa ? Bisa. Ini terjadi karena Anda menggabungkan antara kebutuhan keluarga dan usaha. Akibatnya keuntungan yang didapat bisa saja telah Anda ambil sebelum waktunya karena digunakan untuk membayar belanjaan hari itu. 3. Mengganggu Penjadwalan Pembayaran Hutang Ini bisa terjadi bila tanpa disengaja Anda telah menggunakan uang “jatah” utang untuk kebutuhan pribadi. Apa ini mungkin terjadi ? mungkin dan sangat mungkin. Adanya perbedaan waktu antara penerimaan dana dari usaha dan waktu pembayaran tagihan bisa membuat kita merasa bahwa kita memiliki pendapatan lebih. Padahal kelebihan tersebut adalah “jatah” untuk membayar utang. Sehingga bila ini terus terjadi, penjadwalan pembayaran utang bisa amburadul Masih banyak lagi kejelekan dan kerugian yang diakibatkan tercampurnya uang usaha dan uang pribadi. Jadi walaupun uang Anda berada dalam satu laci berdua, tetap selalu ingat, UangKu = UangMu, Uangmu bukan Uang Kita. Selamat menjalankan usaha. Salam,
Beli Komputer
AssWrWb Sdr Perencana Keuangan
Saya Andi Arwin, tinggal di Makassar
Saya ingin membeli sebuah komputer untuk mendukung pekerjaan saya terutama untuk aplikasi office yg sebenarnya tidak membutuhkan banyak kemampuan komputer, apalagi apabila komputer tersebut memiliki spek tercanggih saat ini.
Akan tetapi, mengingat harga spek tercanggih yg semakin turun, sehingga membuatnya hanya terpaut sedikit dg harga spek standar membuat saya bingung karena di atas kertas akan lebih menguntungkan membeli komputer dg spek tertinggi karena dg harga yg hanya terpaut sedikit, kita akan mendapatkan performa yg berlipat2 walaupun bagi saya, tidak semua keunggulan performa itu dapat dimanfaatkan.
Mohon bantuannya, saya sungguh bingung.
Semoga saudara makin sukses, salam!
Jawab:
Terima kasih saudara Andi Arwin di Makassar,
Dalam masalah anda, saya sarankan untuk membeli komputer dg spek tercanggih saja, pertimbangannya adalah:
1. Harga yang tidak terlampau jauh dalam perbandingannya dg performa yg didapatkannya, tentu saja secara ekonomis ini akan jauh lebih menguntungkan
2. Apabila anda tidak memanfaatkan secara penuh kemampuan komputer anda, anda bisa melakukan "underclock" terhadap hardware komputer anda, hal ini terbukti dapat memperpanjang usia hardware komputer anda, disamping itu anda juga dapat mengurangi jumlah pendingin kipas konvensional yg dapat mengakibatkan kebisingan.
3. Membeli spek terbaru/tercanggih berarti adalah investasi terhadap komputer anda sendiri, karena membeli hardware terbaru sama artinya dengan ketersediaan suku cadang dalam jangka waktu 5-7tahun, apalagi anda sudah melakukan underclock yg memperpanjang usia hardware anda.
Demikian, semoga bisa membantu anda memecahkan masalah.
Salam
5 Manusia Terbodoh dalam ber-Belanja...
hari ini kami ingin membahas :
Dikutip dari
Freddy Pieloor