Saturday, September 15, 2007

Review Dell Latitude D620

Pertama kali saya tahu notebook ini dari cerita teman saya yang sedang memeriksa pengadaan notebook untuk KPK (K***** P************ Korupsi), dia menceritakan pengadaan notebook tersebut dimenangkan oleh Dell dengan pengadaan tipe Latitude D620 seharga 8.5juta per unit untuk 100 unit notebook. Dia heran, apa yang membuat vendor ini memenangkan tender tersebut mengingat harga 8.5juta untuk sebuah notebook sekelas coreduo T2400 terbilang cukup mahal (NB: 8.6 juta kita bisa mendapatkan Lenovo Y400-44A dengan prosesor Intel Core2Duo).

Iseng–iseng saya mencari speknya di internet bersama teman saya itu dan ketemu notebook yang saya beli ini dengan harga 11.6juta, akan tetapi harga 11.6juta tersebut masuk akal dengan adanya Nvidia Quadro NVS110M yang dibekali dengan Integrated RAMDAC 256MB dan Windows XP Profesional (ini cuma untuk keperluan pemeriksaan, lho!), setelah mencari informasi lebih jauh, rupanya spek Dell Latitude D620 yang memenangkan tender KPK tersebut adalah yang “cuma” dipersenjatai dg VGA Intel GMA950. Cuma, saya dapat sesuatu yang lebih dalam hal ini, saya jadi tahu ada Dell Latitude ATG D620 yang terkenal tahan banting itu dan juga varian D620 yang lain walaupun tidak setangguh tipe ATG, akan tetapi lumayan juga karena dikaruniai casing titanium (rata2 notebook ber-casing plastik). Di samping itu, 3G/HSDPA UMTS Band wireless connection yg dianugerahkan padanya, cukup membuat notebook ini jadi tampak berkelas. Belum lagi Trusted Platform Module (TPM) dan Smart Card Reader untuk urusan security.

Sempat saya mempertimbangkan untuk membeli seri ATG dan meminta saran dari rekan2 milis id-ubuntu hingga akhirnya, saya menjatuhkan pilihan pada Dell Latitude D620 second hand seharga Rp 8.000.000,oo dengan spesifikasi sbb;

Intel Core Duo T2400 1.83GHz ( 2MB L2 Cache , FSB 667 Mhz)
DDR2 SDRAM 1GB (free Upgrade to 2GB)
NVidia Quadro NVS110M Integrated RAMDAC 256MB
DVD-R/W Super Multi Drive Internal
HD 80GB (Upgraded to 160GB) Seagate ST9160821AS
Bluetooth & Wireless Intel 3945
Soundcard Sigmatel STAC9200
‎Broadcom NetXtreme BCM5752 Gigabit Ethernet PCI Express

Oh ya, sebelumnya saya sampaikan ada juga referensi “musuh” seimbang untuk notebook tipe ini yaitu IBM Thinkpad T60 type 2623-D3U second hand seharga Rp 10.900.000,oo *

Intel Core Duo T2500 2Ghz ( 2MB L2 Cache , FSB 667 Mhz)
1GB DDR2
HDD 100GB SATA
15" tft Super XGA 1400x105 *
Graphics ATI Mobility RADEON X1400 with 128MB Dedicated Memory
DVD-RW Super Multi Drive Internal
3 USB Port ver 2.0
RGB Port
Modem 56k
Gigabit Intel PRO 1000PL Ethernet 1000Mbps
InfraRed Port
Mouse Double : Stick Pointer & Touchpad
Express Card Slot *
FINGER Print Security Built in *
Wireless LAN Intel PRO 3945ABG 802.11abg 54Mbps MultiBand Built in
BLUETOOTH Built in
WWAN UMTS-HSDPA 3G Data Card Built in
IBM ThinkLight (lampu kecil diatas LCD)
Battery Lithium Ion Extra Capasity 7800mAh (bisa sampai 5 jam lebih)
Adaptor Charger
Tas
* point yang menjadi pertimbangan saya untuk tidak jadi membeli

Setelah membawa pulang notebook ini, tanpa basa – basi langsung saya install Mandriva Linux 2007 dan semuanya berjalan dengan baik, kecuali wireless chipset yang harus saya download drivernya di http://www.ipw3945.sourceforge.net versi rpm-nya saya download di http://rpm.pbone.net

Sejauh ini saya puas dengan performanya terutama baterai yang ternyata masih tahan 2 jam, akan tetapi saya belum bisa memaksimalkan VGA-nya (NVidia Quadro NVS110M) yang konon sangat powerfull untuk membuat animasi 3D itu (saya pakai Blender3D). Well, ada yang bisa membantu?

Urusan hardware detection selesai, selanjutnya kita melangkah ke emulasi dengan menggunakan WINE. Kenapa ini diperlukan? Karena pekerjaan saya sebagai pegawai fungsional di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menuntut saya untuk meng-install aplikasi Billing System PDAM dan Sistem Informasi Akuntansi Keuangan PDAM sebagai sarana asistensi sistem informasi keuangan. Dengan catatan, aplikasi ini dibangun di atas Microsoft Visual Fox Pro dan si pembuatnya juga dengan pelitnya enggak ngasih installernya ke saya (padahal saya suruh meng-asistensi pakai aplikasi bikinan dia!), dia cuma ngasih copy-an dari hasil instalasi dan ternyata gagal dieksekusi di WINE (kurang ajar!). Aplikasi yang kedua, SIMDA (Sistem Informasi Manajemen Keuangan Daerah) yang User Interface-nya dibangun lewat Deplhi dan Database-nya menggunakan Microsoft SQL Server (tambah parah), inipun saya gagal karena emulasi Microsoft SQL Server belum bisa saya lakukan dengan baik (tolong, dong!).

Sayang, di kantor saya memang masih Microsoft minded, jadi ya begitulah! Parahnya lagi, software-nya masih bajakan kecuali untuk server dan workstation yang dipakai di kantor. Untuk yang dipakai di notebook, nggak usah ditanya, ya? Sudah untung polisi enggak nge-razia PC-Desktop rumahan dan notebook/laptop pribadi jadi mereka aman – aman saja pakai software bajakan di laptop/notebook pribadi mereka, ah capek ngurusin software enggak sehat (bajakan).

3G/GPRS Modem dengan slot SIM card di balik baterainya itu, sayang sekali tidak bisa digunakan di Indonesia karena perbedaan frekuensi. Proyek ke depannya setelah masa garansi notebook ini habis, saya akan melakukan un-lock frekuensi modem tersebut agar bisa digunakan di Indonesia. Masih bersama Linux tentunya, karena dengan Linux dan Open Source, kita terbebas dari monopoli satu vendor.

Saturday, June 16, 2007

Hidup numpang malah boros

Tanya:
Nama saya Asti, saya seorang gadis 26th, sebenarnya sudah terhitung mapan dengan penghasilan di atas 7juta sebulan dan masih hidup menumpang orang tua. Akan tetapi, hidup menumpang orang tua itu justru membuat saya terjebak dalam suatu masalah keuangan yg pelik. Ibu dan adik perempuan saya adalah orang yg konsumtif, permasalahannya adalah saya jadi sering harus ikut membiayai gaya hidup mereka yg konsumtif sementara saya juga tidak bisa membohongi mereka dengan mengatakan saya tidak punya uang, padahal saya sadar betul bahwa saya harus menabung untuk cadangan biaya yg tak terduga nantinya.
Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih
Jawab :
Yth. Saudari Asti
Sepertinya dengan hidup menumpang orang tua yg seharusnya bias membuat anda menghemat pengeluaran malah membuat anda boros, ya?
Saya juga mengerti bahwa bohong itu dosa dan haram dilakukan, tapi saya sarankan anda membuka rekening lagi untuk tabungan anda sendiri dan tidak boleh diganggu gugat. Sisihkan sekitar 1.5jt dari penghasilan anda sebulan di rekening ini sebagai tabungan anda kelak, sehingga anda tidak perlu berbohong dengan menunjukkan saldo rekening utama anda saja kepada orang tua anda sementara anda tetap bisa berhemat dan menabung.
Saya sebenarnya ingin menyarankan anda untuk menginvestasikan uang anda dalam deposito sehingga uang yang anda transfer ke deposito itu tidak akan diganggu gugat, bahkan akan memberikan keuntungan yg berlipat ganda kepada anda, ini bisa dipilih apabila anda memang berani menginvestasikan uang anda dalam bentuk deposito sementara anda sendiri juga harus hati – hati memilihi tempat anda menginvestasikan, karena salah – salah uang anda bisa hilang hanya karena tempat anda berinvestasi tidak bonafid.
Sekian dulu saran dari saya, semoga bermanfaat.
Salam untuk keluarga semoga selalu sehat dan yang penting, selalu ingat kepada Yang Maha Kuasa karena hanya Dialah yg Maha Perencana dan Maha Menentukan.

Friday, June 1, 2007

Melunasi Hutang

Dikutip dari Tabloid FIKRI

Pengelola keuangan yang baik,

Saya seorang ibu rumah tangga dengan dua orang anak berumur 3 tahun. Kami berdua bekerja, saya di sebuah bank dan suami saya bekerja di sebuah perusahaan otomotif di Jakarta. Saya selalu mengikuti berbagai ulasan sekitar keuangan keluarga di rubrik ini. Uraian artikel tersebut banyak membantu kami dalam perencanaan. Satu hal ingin saya tanyakan adalah, apakah baik bila kami membayar lunas utang yang masih kami miliki? Sebagai tambahan bahwa kami masih memiliki kredit rumah, kartu kredit dan kredit mobil. Kami baru mendapatkan warisan yang jumlahnya cukup besar.

Nita - Fatmawati

Jawab:

Walau pada masa sekarang mungkin akan sulit untuk tidak sama sekali terlibat dengan hutang, namun sedapat mungkin tidak berhutang. Kalau memang terpaksa berhutang maka akan lebih baik jika dilunasi dengan baik, bahkan lebih cepat dari jadwalnya akan lebih baik lagi.

Namun tentunya kita harus selektif dalam menentukan hutang mana yang akan dilunasi lebih dahulu. Karena tentunya masih ada kebutuhan yang lain dan tidak semua hutang bisa dilunasi dengan lebih cepat.

Ada beberapa macam metode dalam menentukan kewajiban membayar hutang berbunga. Ada hutang yang tidak berubah besarnya walaupun dibayar lebih awal, bahkan ada yang justru mengenakan denda jika dibayar lebih awal. Namun ada juga hutang yang justru lebih baik dilunasi lebih awal. Sekarang, kita coba bahas satu persatu hutang tersebut:

Untuk kartu kredit, tentunya akan lebih baik jika sesegera mungkin dilunasi karena kartu kredit ini memiliki bunga yang sangat besar dan dihitung setiap bulan bunga berbunga. Jika terlambat melunasi kartu kredit akibatnya bisa fatal, apalagi kalau cuma bayar minimalmnya saja. Bahkan kalau terpaksa menggunakan kartu kredit, sedapat mungkin lunasi sebelum dikenakan bunga.

Sekarang KPR. Kalau Anda mengambil KPR dari Bank BTN biasanya digunakan sistem bunga yang anuitas efektif. Dengan sistem bunga seperti ini, akan lebih menguntungkan jika Anda bisa membayar lebih cepat dari jadwal karena beban bunga yang harus ditanggung menjadi lebih rendah. Bahkan penghematannya bisa cukup besar jika bisa langsung dilunasi. Namun untuk KPR yang menggunakan sistem bunga yang flat, mungkin akan berbeda kondisinya. Coba cek saja akad perjanjian kreditnya, disitu biasanya disebutkan klausul untuk pembayaran yang dipercepat. Jika tidak, Anda bisa menghubungi costumer service bank yang bersangkutan.

Beda halnya dengan cicilan mobil. Kalau Anda mencicil mobil dengan cara leasing dari perusahaan pembiayaan, biasanya akan sulit untuk dilunasi lebih cepat. Namun untuk lebih pastinya, tanyakan langsung kepada perusahaan pembiayaannya apakah bisa dilunasi lebih cepat. Kalau memang ada denda untuk pembayaran yang dipercepat, bandingkan dengan biaya bunga yang bisa dihemat. Kalau kredit mobilnya dari bank, biasanya pakai bunga yang flat, perlakuannya akan sama dengan KPR yang berbunga flat.

Salam

Melunasi Hutang

Dikutip dari Tabloid FIKRI

Pengelola keuangan yang baik,

Saya seorang ibu rumah tangga dengan dua orang anak berumur 3 tahun. Kami berdua bekerja, saya di sebuah bank dan suami saya bekerja di sebuah perusahaan otomotif di Jakarta. Saya selalu mengikuti berbagai ulasan sekitar keuangan keluarga di rubrik ini. Uraian artikel tersebut banyak membantu kami dalam perencanaan. Satu hal ingin saya tanyakan adalah, apakah baik bila kami membayar lunas utang yang masih kami miliki? Sebagai tambahan bahwa kami masih memiliki kredit rumah, kartu kredit dan kredit mobil. Kami baru mendapatkan warisan yang jumlahnya cukup besar.

Nita - Fatmawati

Jawab:

Walau pada masa sekarang mungkin akan sulit untuk tidak sama sekali terlibat dengan hutang, namun sedapat mungkin tidak berhutang. Kalau memang terpaksa berhutang maka akan lebih baik jika dilunasi dengan baik, bahkan lebih cepat dari jadwalnya akan lebih baik lagi.

Namun tentunya kita harus selektif dalam menentukan hutang mana yang akan dilunasi lebih dahulu. Karena tentunya masih ada kebutuhan yang lain dan tidak semua hutang bisa dilunasi dengan lebih cepat.

Ada beberapa macam metode dalam menentukan kewajiban membayar hutang berbunga. Ada hutang yang tidak berubah besarnya walaupun dibayar lebih awal, bahkan ada yang justru mengenakan denda jika dibayar lebih awal. Namun ada juga hutang yang justru lebih baik dilunasi lebih awal. Sekarang, kita coba bahas satu persatu hutang tersebut:

Untuk kartu kredit, tentunya akan lebih baik jika sesegera mungkin dilunasi karena kartu kredit ini memiliki bunga yang sangat besar dan dihitung setiap bulan bunga berbunga. Jika terlambat melunasi kartu kredit akibatnya bisa fatal, apalagi kalau cuma bayar minimalmnya saja. Bahkan kalau terpaksa menggunakan kartu kredit, sedapat mungkin lunasi sebelum dikenakan bunga.

Sekarang KPR. Kalau Anda mengambil KPR dari Bank BTN biasanya digunakan sistem bunga yang anuitas efektif. Dengan sistem bunga seperti ini, akan lebih menguntungkan jika Anda bisa membayar lebih cepat dari jadwal karena beban bunga yang harus ditanggung menjadi lebih rendah. Bahkan penghematannya bisa cukup besar jika bisa langsung dilunasi. Namun untuk KPR yang menggunakan sistem bunga yang flat, mungkin akan berbeda kondisinya. Coba cek saja akad perjanjian kreditnya, disitu biasanya disebutkan klausul untuk pembayaran yang dipercepat. Jika tidak, Anda bisa menghubungi costumer service bank yang bersangkutan.

Beda halnya dengan cicilan mobil. Kalau Anda mencicil mobil dengan cara leasing dari perusahaan pembiayaan, biasanya akan sulit untuk dilunasi lebih cepat. Namun untuk lebih pastinya, tanyakan langsung kepada perusahaan pembiayaannya apakah bisa dilunasi lebih cepat. Kalau memang ada denda untuk pembayaran yang dipercepat, bandingkan dengan biaya bunga yang bisa dihemat. Kalau kredit mobilnya dari bank, biasanya pakai bunga yang flat, perlakuannya akan sama dengan KPR yang berbunga flat.

Salam

Melunasi hutang

Dikutip dari Tabloid FIKRI

Pengelola keuangan yang baik,

Saya seorang ibu rumah tangga dengan dua orang anak berumur 3 tahun. Kami berdua bekerja, saya di sebuah bank dan suami saya bekerja di sebuah perusahaan otomotif di Jakarta. Saya selalu mengikuti berbagai ulasan sekitar keuangan keluarga di rubrik ini. Uraian artikel tersebut banyak membantu kami dalam perencanaan. Satu hal ingin saya tanyakan adalah, apakah baik bila kami membayar lunas utang yang masih kami miliki? Sebagai tambahan bahwa kami masih memiliki kredit rumah, kartu kredit dan kredit mobil. Kami baru mendapatkan warisan yang jumlahnya cukup besar.

Nita - Fatmawati

Jawab:

Walau pada masa sekarang mungkin akan sulit untuk tidak sama sekali terlibat dengan hutang, namun sedapat mungkin tidak berhutang. Kalau memang terpaksa berhutang maka akan lebih baik jika dilunasi dengan baik, bahkan lebih cepat dari jadwalnya akan lebih baik lagi.

Namun tentunya kita harus selektif dalam menentukan hutang mana yang akan dilunasi lebih dahulu. Karena tentunya masih ada kebutuhan yang lain dan tidak semua hutang bisa dilunasi dengan lebih cepat.

Ada beberapa macam metode dalam menentukan kewajiban membayar hutang berbunga. Ada hutang yang tidak berubah besarnya walaupun dibayar lebih awal, bahkan ada yang justru mengenakan denda jika dibayar lebih awal. Namun ada juga hutang yang justru lebih baik dilunasi lebih awal. Sekarang, kita coba bahas satu persatu hutang tersebut:

Untuk kartu kredit, tentunya akan lebih baik jika sesegera mungkin dilunasi karena kartu kredit ini memiliki bunga yang sangat besar dan dihitung setiap bulan bunga berbunga. Jika terlambat melunasi kartu kredit akibatnya bisa fatal, apalagi kalau cuma bayar minimalmnya saja. Bahkan kalau terpaksa menggunakan kartu kredit, sedapat mungkin lunasi sebelum dikenakan bunga.

Sekarang KPR. Kalau Anda mengambil KPR dari Bank BTN biasanya digunakan sistem bunga yang anuitas efektif. Dengan sistem bunga seperti ini, akan lebih menguntungkan jika Anda bisa membayar lebih cepat dari jadwal karena beban bunga yang harus ditanggung menjadi lebih rendah. Bahkan penghematannya bisa cukup besar jika bisa langsung dilunasi. Namun untuk KPR yang menggunakan sistem bunga yang flat, mungkin akan berbeda kondisinya. Coba cek saja akad perjanjian kreditnya, disitu biasanya disebutkan klausul untuk pembayaran yang dipercepat. Jika tidak, Anda bisa menghubungi costumer service bank yang bersangkutan.

Beda halnya dengan cicilan mobil. Kalau Anda mencicil mobil dengan cara leasing dari perusahaan pembiayaan, biasanya akan sulit untuk dilunasi lebih cepat. Namun untuk lebih pastinya, tanyakan langsung kepada perusahaan pembiayaannya apakah bisa dilunasi lebih cepat. Kalau memang ada denda untuk pembayaran yang dipercepat, bandingkan dengan biaya bunga yang bisa dihemat. Kalau kredit mobilnya dari bank, biasanya pakai bunga yang flat, perlakuannya akan sama dengan KPR yang berbunga flat.

Salam

Rumah Mertua

Dikutip dari Danareksa.com

Selama ini saya, suami, dan kedua orang anak saya masih tinggal di rumah Ibu. Sebulan terakhir ini, hubungan saya dan Ibu memburuk. Saya merasa tertekan dengan tidak adanya privasi bagi keluarga inti saya (suami dan anak-anak). Karena itu, kami berencana untuk pindah rumah. Kendalanya, kami belum punya cukup dana untuk membeli rumah secara tunai. Sebenarnya, suami punya sebuah rumah yang tidak ditinggali. Karena rumah itu membawa kenangan buruk, kami memilih untuk membiarkannya kosong. Namun sekarang kami berniat menjualnya saja, lalu uangnya akan digunakan untuk tambahan dana membeli rumah baru. Pertanyaan saya: Apakah kami harus memberanikan diri untuk kredit rumah tanpa harus menunggu rumah kosong kami laku dulu, sambil menunggu rumah tersebut laku, baru kami membeli rumah baru? terima kasih untuk jawabannya

Yashinta, Jakarta

Jawaban: Halo Ibu Yashinta Ada banyak penyebab mengapa seseorang atau sebuah keluarga memutuskan pindah rumah atau memiliki tempat tinggal sendiri. Seperti yang terjadi pada keluarga Anda, karena ingin lebih memiliki privasi, maka memutuskan untuk pindah dari rumah ibu Anda, yang selama ini menjadi tempat tinggal Anda sekeluarga. Walaupun, suami sudah memilki rumah yang siap ditempati, namun Anda sekeluarga memutuskan tidak pindah kesana. Alasannya rumah tersebut membawa kenangan buruk, sehingga dikhawatirkan mengakibat suasananya yang tidak menyenangkan jika tinggal disana. Sehingga pada akhirnya Anda & suami memutuskan untuk membeli rumah baru. Masalahnya saat ini keluarga Anda belum memiliki dana tunai yang cukup untuk membeli rumah, sehingga kemungkinan harus mengambil kredit rumah dari bank. Dan untuk membantu persiapan dana membeli rumah nanti, Anda dan suami juga memutuskan untuk menjual rumah suami, dan uang hasil penjualan rumahnya akan digunakan untuk membantu pembelian rumah baru. Dengan mengambil kredit rumah, Anda tidak perlu membayar rumah tersebut sekaligus tetapi dicicil selama jangka waktu tertentu. Walaupun demikian Anda tetap harus menyediakan sejumlah uang tunai untuk membayar uang muka rumahnya. Jadi jumlah KPR yang diberikan memang tidak sebesar harga rumahnya tetapi maksimal 70% dari harga rumahnya saja. Sisanya yang 30% harus Anda siapkan sendiri dan dibayar ke developer, uang inilah yang dianggap sebagai uang muka. Jadi misalnya harga rumah Rp 100 juta, maka pembiayaan kredit rumah dari bank adalah sebesar Rp 70 juta, kemudian sisanya yang Rp 30 juta harus Anda siapkan tunai. Sekarang masalahnya tinggal Anda sudah mempunyai uang muka rumah atau belum. Jika sudah, maka Anda bisa mengambil kredit rumah. Jika belum tentu harus dipersiapkan terlebih dahulu sebelum mengajukan aplikasi kredit rumah ke bank. Jika Anda akan mempersiapkan uang muka rumah ini dari hasil penjualannya rumah suami, maka sebaiknya tunggu sampai rumah tersebut sudah terjual dan uang hasil penjualan sudah ditangan. Sebab proses menjual rumah bisa memakan waktu lama, mungkin bisa 1 bulan, 3 bulan bahkan lebih tergantung dari banyakya peminat. Jangan sampai ketika aplikasi kredit rumahnya sudah disetujui, Anda malah belum mempunyai dana untuk membayar uang mukanya, bisa-bisa pengajuan kredit rumah Anda dibatalkan. Salam,

Uangmu, Uangku bukan uang kita

Dikutip dari Majalah Wirausaha dan Keuangan
Pernah dengar lagu sepiring berdua ? Ya artikel ini memiliki logika yang sama. Kalau dilagu sepiring berdua kita membicarakan tentang nasi, maka disini kita akan membicarakan tentang uang. Ya uang dalam usaha dan uang bagi pengusaha. Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian dari pengusaha dan wirausaha yang ada di Indonesia adalah pengusaha kecil atau yang sering diistilahkan dengan wirausaha UMKM. Tidak dapat dipungkiri pula bahwa sebagian dari mereka adalah pengusaha yang menjalankan usahanya dari nol, bahkan ada yang memulai usahanya dari minus. Dan dari segi latar belakang, sebagian besar juga bukan dari keluarga pengusaha, Jadi mereka melakukan usaha atas kekuatan dan kemampuan pribadi. Nah ini pula yang membuat para pengusaha kita kadangkala tidak mampu untuk mempertahankan usahanya. Bukan karena usaha tersebut jelek, bukan pula karena kalah dalam bersaing, tapi lebih sering lagi ini terjadi karena ketidak mampuan pengusaha untuk mengatur manajemen intern perusahaannya. Saat ini kita akan membicarakan sedikit tentang manajeman keuangan usaha khususnya pengelolaan keuangan usaha dan keuangan keluarga. Apa itu uang usaha ? uang usaha adalah hasil yang didapatkan dari perputaran usaha. Dan uang ini sama sekali berbeda dengan uang pribadi. Bagi sebagian orang mungkin tidak mempermasalahkan hal ini. Toh uangnya kan uang kita juga. Kalau butuh untuk keluarga, kita ambil dari kantong atau laci meja kantor. Dan kalau butuh untuk usaha, kita juga kadangkala ambil dari laci lemari rumah. Ngga masalah kan ? uangnya kan dari usaha kita juga. Itu mungkin tanggapan Anda. Tapi perlu diingat ini yang biasanya membuat kita gagal mengelola keuangan kita. Penggabungan “laci” sih ngga masalah. Tapi penggabungan kepentingan ? Nanti dulu. Coba renungkan sedikit alasan saya ini kenapa hal ini tidak baik 1. Tidak jelasnya besaran kebutuhan rumah tangga Kenapa ? Ya arena Anda akan merasa bahwa uang selalu ada dan selalu bisa diambil baik itu di laci meja kantor atau laci lemari. Apa akibat yang bisa terjadi ? Dengan pengambilan yang tidak terkontrol, Anda bisa jadi telah mengambil uang modal atau bahkan uang utang secara tidak disengaja. Nah apa akibatnya ? likuiditas keuangan akan kacau 2. Tidak Mendapatkan Untung Bagaimana bisa ? Bisa. Ini terjadi karena Anda menggabungkan antara kebutuhan keluarga dan usaha. Akibatnya keuntungan yang didapat bisa saja telah Anda ambil sebelum waktunya karena digunakan untuk membayar belanjaan hari itu. 3. Mengganggu Penjadwalan Pembayaran Hutang Ini bisa terjadi bila tanpa disengaja Anda telah menggunakan uang “jatah” utang untuk kebutuhan pribadi. Apa ini mungkin terjadi ? mungkin dan sangat mungkin. Adanya perbedaan waktu antara penerimaan dana dari usaha dan waktu pembayaran tagihan bisa membuat kita merasa bahwa kita memiliki pendapatan lebih. Padahal kelebihan tersebut adalah “jatah” untuk membayar utang. Sehingga bila ini terus terjadi, penjadwalan pembayaran utang bisa amburadul Masih banyak lagi kejelekan dan kerugian yang diakibatkan tercampurnya uang usaha dan uang pribadi. Jadi walaupun uang Anda berada dalam satu laci berdua, tetap selalu ingat, UangKu = UangMu, Uangmu bukan Uang Kita. Selamat menjalankan usaha. Salam,

Beli Komputer

AssWrWb Sdr Perencana Keuangan
Saya Andi Arwin, tinggal di Makassar
Saya ingin membeli sebuah komputer untuk mendukung pekerjaan saya terutama untuk aplikasi office yg sebenarnya tidak membutuhkan banyak kemampuan komputer, apalagi apabila komputer tersebut memiliki spek tercanggih saat ini.
Akan tetapi, mengingat harga spek tercanggih yg semakin turun, sehingga membuatnya hanya terpaut sedikit dg harga spek standar membuat saya bingung karena di atas kertas akan lebih menguntungkan membeli komputer dg spek tertinggi karena dg harga yg hanya terpaut sedikit, kita akan mendapatkan performa yg berlipat2 walaupun bagi saya, tidak semua keunggulan performa itu dapat dimanfaatkan.
Mohon bantuannya, saya sungguh bingung.
Semoga saudara makin sukses, salam!

Jawab:

Terima kasih saudara Andi Arwin di Makassar,
Dalam masalah anda, saya sarankan untuk membeli komputer dg spek tercanggih saja, pertimbangannya adalah:
1. Harga yang tidak terlampau jauh dalam perbandingannya dg performa yg didapatkannya, tentu saja secara ekonomis ini akan jauh lebih menguntungkan
2. Apabila anda tidak memanfaatkan secara penuh kemampuan komputer anda, anda bisa melakukan "underclock" terhadap hardware komputer anda, hal ini terbukti dapat memperpanjang usia hardware komputer anda, disamping itu anda juga dapat mengurangi jumlah pendingin kipas konvensional yg dapat mengakibatkan kebisingan.
3. Membeli spek terbaru/tercanggih berarti adalah investasi terhadap komputer anda sendiri, karena membeli hardware terbaru sama artinya dengan ketersediaan suku cadang dalam jangka waktu 5-7tahun, apalagi anda sudah melakukan underclock yg memperpanjang usia hardware anda.
Demikian, semoga bisa membantu anda memecahkan masalah.

Salam

5 Manusia Terbodoh dalam ber-Belanja...

hari ini kami ingin membahas :

5 Manusia Terbodoh dalam ber-Belanja... "Hantu Lapar":
Di dalam setiap diri manusia ada mahluk yang bernama "hantu lapar" yang setiap saat minta untuk di-puas-kan, dan setelah kita mematuhi keinginan-nya, maka akan terjadi penyesalan kemudian.
"Hantu Lapar" ini memiliki banyak keinginan dan seakan-akan keinginan tersebut merupakan kebutuhan penting yang perlu bagi diri kita.
Untuk itu kami ingin mengingatkan kembali agar kita jangan memberi makan "Hantu Lapar" dalam diri kita, semakin sering diberi makan, maka dia akan semakin kuat kita sebagai "Master" atau Tuannya akan semakin lemah.
Kitalah yang menentukan apa yang pantas atau tidak baik untuk kita lakukan.
Ada 5 kategori Manusia Terbodoh dalam kasus ber-Belanja antara lain:
1. Manusia ini tidak memiliki rencana saat ingin ber-Belanja.
Belanja juga membutuhkan rencana, yang sudah dibuat sejak di rumah atau di kantor.
Ada beberapa point yang harus ditegaskan antara lain: Mau Belanja di mana dan Mau Belanja Apa saja dan SIAPKAN DANA-nya?
TULISKAN ITU di sebuat KERTAS atau di HANDPHONE
Manusia yang tidak memiliki rencana hanya belanja yang di-LIHAT dan di-INGINKAN seketika, maka dia adalah Manusia Terbodoh karena, dia sudah memberikan makan "Hantu Lapar"
Kami ber-keyakinan cukup besar, saat kita memberi makan "Hantu Lapar" ini dengan membeli barang2 yang tidak direncanakan, maka Manusia Bodoh ini akan menyesali sesaat setiba-nya di rumah atau kantor, terutama apabila membeli barang2 konsumtif yang akan mengalami depresiasi tinggi.
Seorang Ibu Rumah Tangga yang ingin belanja bulanan di sebuah pasar, akan kesulitan bila tidak memiliki catatan, apa saja yang mau dibeli buat kebutuhan rumah.
Jadi sekali lagi RENCANA-kan Belanja ANDA dan BELANJA-lah sesuai RENCANA.
2. Manusia ini belanja Pakai Kartu Kredit dan tidak memiliki Tunai untuk membayarnya saat tagihan datang
Janganlah membeli barang2 yang dengan memakai Kartu Kredit apabila Anda tidak memiliki uang untuk membayar lunas, APAPUN ALASANNYA.
Kartu Kredit dipakai untuk EMERGENCY & AVOID the RISK.
"Hantu Lapar" akan membujuk Anda untuk membeli keinginannya, jangan tergoda untuk menggesek.
Anda menggesek, "Hantu Lapar" akan tersenyum dan senang tanda kemenangan akan diri Anda.
BELANJA pakai KARTU KREDIT tidak ELITE, sekarang Jamannya Pakai KARTU DEBIT
HARE GENE masih NGUTANG, malu akh .... APA KATA DUNIA???
Bila Anda melakukannya, maka Anda adalah manusia bodoh.
3. Manusia ini Belanja dengan Memakai Uang Yang Belum Di-tangan
Manusia Bodoh ini ber-belanja dengan ber-asumsi bahwa nanti aku akan bayar pakai uang THR atau uang bonus atau uang warisan atau uang apapun, yang saat ini belum ada di tangan.
Manusia ini ber-asumsi dan ber-andai2.
Manusia ini manusia yang TIDAK MEMILIKI MASA DEPAN, karena sudah mengambil Masa Depan-nya dan di-pakai HARI INI.
Kalau tidak punya Uang, jangan BELAGU apalagi BELANJA
Kami ingatkan, janganlah Belanja apabila Anda tidak punya uang saat ini.
Tunda sampai Anda memilikinya di tangan.
4. Manusia ini Gila Sale
Kami yakin saat ini banyak Manusia Bodoh karena Sale. Di mana2 ada tulisan SALE ... SALE ... 30% up to 70%
Manusia ini sangat mudah diperdaya dan dikecoh dengan hanya sebuah kata : SALE.
Manusia ini kalau melihat SALE ... matanya langsung ber-binar2 dan jantung ber-degup2.
Saat melihat SALE... manusia ini langsung tancap Gas... bak metromini yang akan menyalip untuk mengambil penumpang.
Manusia ini bisa betah di dalam sebuah bangunan seharian penuh, hanya untuk mencari2 yang dia sendiri tidak tahu apa yang dicari.
Padahal kalau boleh jujur... Barang SALE adalah Barang2 dis-kontinu atau barang2 afkir, tua, obsolete dan kadang2 cacat.
Apakah kita pantas menghargai dan memberikan diri kita dengan barang2 sejenis itu???
BARANG2 BER-KUALITAS dan UP-TODATE tidak pernah di SALE.
Berarti hanya barang2 yang tidak memiliki mutu atau ber-mutu rendah dan usang akan lebih sering di SALE.
ORANG LAIN AKAN TAHU MUTU ANDA, APABILA ANDA MEMAKAI BARANG SALE
5. Manusia ini Belanja memakai Uang Tabungan Masa Pensiun atau Uang Lainnya
Saat belanja semestinya uang yang dipakai telah dialokasikan dalam POS BELANJA BULANAN atau BELANJA REKREASI / ENTERTAINMENT.
Selain POS yang telah di tetapkan, maka HARAM hukumnya bila sampai mengganggu Pos2 lain, apalagi sampai memakai POS UANG SEKOLAH ANAK, UANG PENSIUN, UANG ASURANSI, TABUNGAN HARI TUA.
Bila Anda tidak memiliki dana lagi untuk BELANJA yang memang tidak terjadwal, maka tunda-lah dan jadwalkan untuk bulan berikutnya.
Jangan gadaikan Masa Depan dan Hari Tua Anda, dengan memberi makan "Hantu Lapar".
Anda adalah the Master of Your Soul, Your Mind & Your Body.
JANGAN MENJADI BENALU di MASA TUA ANDA, TETAPLAH MENJADI INSAN YANG PRODUKTIF & BERGUNA
Kami mohon maaf, bila ada kata2 kami yang kurang ber-kenan dan kami hanya ingin saling berbagi dan mengingatkan.
Masa depan adalah milik orang2 yang mempunyai TUJUAN dan melakukan Tindakan2 ke arah Tujuan tersebut.
Semoga bermanfaat.
Salam,

Dikutip dari
Freddy Pieloor
Praktisi & Konsultan
Asuransi & Perencanaan Keuangan Keluarga
0812 1 996699
0816 1 996699
0216 8 996699