Monday, November 17, 2008

Masih mau pakai bajakan?

Terkadang terbetik suatu ide di dalam pikiran saya, kenapa nggak sekali-kali menghitung lebih murah mana, antara MS Windows bajakan dan Linux yg gratis. Setelah lama terpendam karena minder karena sudah terlanjur berpikir bahwa MS Windows bakal lebih murah, akhirnya kemarin saya bersemangat lagi untuk menganalisa tentang hal ini setelah seorang rekan saya mencibir saya dg kata2 ¨selama masih bisa pakai bajakan, kenapa harus pindah Linux?¨

Tapi coba perhatikan, bila kita membeli CD Ubuntu dari juragan kambing (http://kambing.ui.edu) kita bisa mendapatkan seharga 5rb, sementara 5 DVD Repository seharga 50rb sehingga total 55rb. Atau bagi seorang gamer, bisa membeli DVD Ubuntu Ultimate Gamer seharga 10rb, jadi total 60rb. Udah dapet aplikasi open source kumplit-plit!

Kalaupun mau pakai Mandriva seperti saya, saya beli DVD Mandriva XTreme2 dari Tusnet (http://www.tusnet.tk) plus DVD Repository-nya total 65rb

Bila kita membeli CD/DVD bajakan, berapa harga paling murah? 25rb? 15rb? Ya sudah, 5rb saja untuk CD bajakan dan 10rb untuk DVD bajakan seperti yg di Depok itu (Hehe, mengenang zaman jahiliyah menggunakan MS Windows bajakan). Apalagi, harga CD/DVD kosong juga tidak terlampau jauh dengan bilangan tersebut.

Mari kita hitung pengeluaran untuk CD/DVD MS Windows bajakan dan software pendukungnya:

DVD MS Windows Vista Ultimate : 1 DVD : 10rb

DVD MS Office 2007 Enterprise : 1 DVD : 10rb

Game Need For Speed Pro Street : 2 DVD : 20rb

Anti Virus : 1 CD : 5rb

Total : 45rb

Sepertinya sudah cukup, akan tetapi apakah anda puas dg itu saja? Saya koq nggak yakin, ya? Sepertinya anda butuh juga program-program utility, program-program multimedia (converter dan editor file multimedia) dan program graphic (Corel Draw dan Adobe Photoshop). Karena bisa pakai bajakan, maka kita hitung ala bajakan juga, donk!

Kumpulan program utility : 1 CD : 5rb

Kumpulan program multimedia : 1 CD : 5rb

Kumpulan program graphic : 1 CD : 5rb

Total : 15rb

Jadi pas 60rb, kan? Cuma belum ada Web Editor, Development Environment, SQL DBMS, tuh! Kalau mau nambah lagi, silakan dihitung sendiri, ya?

Kalau sudah begini, siapa bilang mending pakai bajakan selama masih bisa pakai bajakan? Dari hitungan di atas, sudah jelas mana yg lebih murah, kan? Sudah lebih murah, lebih menguntungkan pula, karena tidak dipusingkan dg crack, serial number, dsb. Dan yg pasti, legal alias enggak dosa soalnya ada beberapa yg mengatakan hukumnya haram (hayo loe!).

Sudah banyak yg berandai-andai tentang penurunan harga software berlisensi, andai saja software berlisensi bisa turun harga hingga 50rb/keping untuk software yg dikemas dalam CD atau 100rb/keping untuk software yg dikemas dalam DVD atau harga yg tidak jauh dari harga tersebut, pastilah jumlah pembeli software berlisensi akan berkembang, setidaknya kesadaran masyarakat akan menghormati hak cipta akan berkembang dan menciptakan iklim bisnis yg sehat, mengingat di beberapa negara, harga software tidak semahal di Indonesia.

Akan tetapi, sepertinya Open Source adalah jawaban yg tepat untuk jangka pendek ini. Bukan masalah gratisnya, bukan masalah murahnya. Akan tetapi lebih kepada keterbukaannya, keterbukaan ini yg membuat setiap orang dapat berpartisipasi, dapat saling mengembangkan, dapat pula mengubah sesuai keperluan masing-masing. Jadi nggak ada yg namanya NATO (No Action Talk Only) coz even when u only talk, u`ve had an action. At least, ngomong kalo loe enak pake ni software terus ngajakin yg laen pake ni software, gitu choy!

Sifat keterbukaannya ini membuat setiap orang dapat berpartisipasi dan dapat saling mengembangkan, membuat setiap komunitasnya menjadi mandiri dan mampu bediri tanpa perlu dukungan vendor, sehingga sangat cocok untuk diaplikasikan bagi negara kita yg menganut budaya gotong royong ini (lho?). Bersama-sama mengembangkan software open source lalu oleh tim yg ditunjuk oleh pemerintah, software ini diaplikasikan untuk pemerintahan karena pemerintah ada untuk menyejahterakan rakyat dengan memanfaatkan sumber daya yg ada pada masyarakatnya sehingga terbentuklah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.

Ah, indahnya negeriku ini...

1 comment:

ala said...

Bajakan masih laris manis karena masih banyak yang belum paham dan terlalu parno ama linux