Saya punya kebiasaan mengintip wajah gadis-gadis cantik di jalan yang sedang mengendarai sepeda motor. Biasalah, bujangan yang masih ingin lihat-lihat yang seger-seger. Terkadang berbahaya juga kalau melihat dengan cara mendahului kendaraan yang dikendarai si gadis lalu menoleh ke arahnya untuk mengintip wajahnya, karena pada saat menoleh itu berarti perhatian kita tidak tertuju kepada lalu lintas di depan kita. Maka dari itu, saya mengembangkan kebiasaan yang lain, yaitu mengintip wajah gadis biker (pengendara sepeda motor) di spion mereka.
Teknik mengintip wajah ini saya rasa jauh lebih aman dibanding cara konvensional yang saya sebut di awal tulisan saya karena kita hanya mengintip spion di depan kita sehingga pandangan kita tetap ke arah depan dan perhatian kita terhadap lalu lintas tidak terlalu terganggu. Akan tetapi, cara ini memiliki kelemahan yaitu apabila spion yang digunakan oleh gadis itu terlalu sempit, wajahnya tidak akan nampak seutuhnya. Ya lumayanlah, yang penting dapet...namanya juga usaha, gitu Mas!
Akan tetapi, insiden yang saya alami belum lama ini membuat saya sadar bahwa teknik ini ternyata perlu lebih banyak digunakan dan yang lebih penting, “disempurnakan”!!! Insiden itu berawal saat saya sedang berada di belakang kendaraan seorang gadis berjilbab dengan seragam akademi kebidanan, saya sedang asyik mengintip wajahnya di balik kaca spion Yamaha Mio-nya ketika tiba-tiba dia bergerak ke arah kanan (saya mengintip dari spion sebelah kanan) untuk menghindari sebuah Honda Astrea Legenda yang muncul dari mulut gang. Hampir saja Yamaha Mio-nya menyenggol Honda SupraXX yang saya kendarai seandainya saya tidak sempat mengurangi kecepatan. Dari hasil pengintipan dari kaca spion, terlihat jelas bahwa si gadis berjilbab ini tidak sedikitpun melirik ke kaca spion untuk memastikan kondisi lalu lintas di sebelah kanan belakang dari kendaraannya benar-benar aman sebelum dia bergerak ke arah kanan.
Saya masih penasaran, saya terus mengintip kaca spion gadis ini sambil memperhatikan raut wajahnya yang manis. Tiba di sebuah persimpangan (simpang empat), saya memperkirakan gadis ini akan membelok ke arah kanan karena letak akademi kebidanan memang ke arah kanan. Sesuai dugaan saya dia bersiap-siap untuk menikung ke arah kanan dengan menyalakan lampu sein Yamaha Mio-nya, akan tetapi saya sayangkan sekali lagi dia melakukan manuver untuk berbelok ke arah kanan tanpa sekalipun melirik kaca spion-nya yang dibiarkan masih standar tersebut. Melihat hal tersebut, saya memilih untuk agak lambat dan mengambil posisi manuver di sisi luar atau dengan kata lain di sebelah kiri Yamaha Mio putih yang saya ikuti tersebut.
Akhirnya, setelah simpang empat yang kami lalui tersebut kami sampai di jalan lurus, di sini saya ingin mendahului gadis tersebut. Langkah pertama, nyalakan lampu sein kanan lalu lihat kaca spion arah kanan belakang dan akhirnya setelah yakin aman, gerakkan motor ke arah kanan lalu diikuti dengan memutar tuas gas lebih dalam dan jaga agar tidak sampai melebihi marka jalan (kebetulan sasarannya sudah cukup di tepi kiri) lalu kembali ke arah kiri dengan mematikan lampu sein tanpa mengurangi kecepatan.
Hmm, rupanya teknik mengintip kaca spion ini masih ada gunanya juga selain cuma mengintip wajah gadis, ya? Dengan ini kita mengetahui apakah pengendara di depan kita waspada atas keberadaan kita untuk selanjutnya mengetahui manuver seperti apa yang akan dia lakukan untuk nanti pada akhirnya kita menentukan posisi bagi kendaraan kita sendiri agar tetap dalam posisi aman dan nyaman. Itu sih, kalau pengendara di depan kita masih menggunakan kaca spion! Kalau sudah tidak menggunakan kaca spion, ya jaga jarak saja sekitar satu sampai dua meter untuk menghindari tabrakan dengan kendaraan di depan kita, itupun dengan catatan rem anda masih dalam kondisi baik.
Pokoknya, stay in safety riding...anywhere, anytime and anykind of motorcycle you ride!
No comments:
Post a Comment