Sunday, May 31, 2009

I-Mail dari Indosat vs BlackBerry Connect

Setelah sekian lama memanfaatkan layanan Indosat I-Mail, akhirnya saya memberanikan diri untuk melakukan perintah “Collect” untuk mendorong e-mail yang terkirim di akun Yahoo! Ke dalam handset saya. Hal ini dimulai ketika e-mail notifikasi dari Facebook yang biasanya saya forward dari akun GMail saya, selalu gagal terkirim di handset saya. Waktu itu, harapan saya hanyalah e-mail notifikasi dari facebook dapat langsung terkirim di handset saya layaknya MMS masuk.

Singkat cerita saya set e-mail notifikasi (Baik friendster dan Facebook) itu menuju akun e-mail Yahoo! Saya. Hal ini juga bukan tanpa alasan, dengan tampilan mobile-nya Yahoo! menyediakan opsi untuk mendownload attachment tidak seperti GMail yang (alih-alih memberi opsi untuk mendownload attachment) malah membuka file attachment (dalam hal ini, berupa .doc) dalam format .xhtml yang langsung dibuka lewat browser handset, sehingga saya bisa tetap mendownload attachment yang dikirimkan ke alamat e-mail saya seperti layaknya layanan BlackBerry Connect (walaupun nggak mirip-mirip banget, sih!). Selanjutnya, saya lakukan perintah “Collect” seperti yang telah tertera dalam website untuk mendorong e-mail dari akun Yahoo! ke dalam handset saya. Setelah notifikasi bahwa setting push e-mail telah berhasil, saatnya melakukan tes untuk menerima e-mail. Saya minta “My Love (hehehe)” untuk mengirim komentar ke akun facebook saya sehingga menghasilkan sebuah notifikasi. Dan berhasil! Saya menerima e-mail notifikasi dari facebook yang masuk ke akun e-mail Yahoo! saya.

Tes selanjutnya, adalah kirim e-mail. Sebenarnya saya sudah siap untuk hasil terburuk dalam fase ini. Selama ini, saya hanya bisa mengirim e-mail keluar dengan alamat axxx@mobile.indosat.net.id sehingga saya berpikir apapun yang terjadi paling-paling saya hanya bisa mengirim e-mail lewat alamat tersebut mengingat layanan ini lebih “ekonomis” daripada BlackBerry Connect yang mampu mengirimkan e-mail lewat alamat yang telah di-sinkron-kan sebelumnya. Dengan penuh ketenangan, saya mengirim e-mail ke akun GMail saya. Dan betapa terkejutnya saya, karena e-mail yang barusan saya kirimkan itu terkirim dari alamat axxx@yahoo.co.id alias dari akun e-mail Yahoo! saya.
Dari sini saya simpulkan bahwa Indosat I-Mail lebih baik daripada BlackBerry Connect bagi saya, karena:

1.Tidak membutuhkan layanan data yang terhubung secara terus menerus karena e-mail dikonversi menjadi MMS, sehingga baterai lebih hemat.

2. Sangat nyaman apabila sering melakukan perjalanan di daerah yang kualitas sinyalnya naik turun karena tidak membutuhkan layanan data yang terhubung secara terus menerus.

3. Sama-sama mampu mengirimkan e-mail dari akun e-mail eksternal

4. Sama-sama bisa menarik attachment walaupun sedikit lebih rumit (bagi saya justru lebih nyaman karena attachment tidak selalu hadir dalam e-mail yang saya terima)

5. Biaya lebih murah yaitu 10rb/bulan sepuasnya, sementara BlackBerry Connect paling murah 5rb/hari

Sekali lagi, saya bukan promosi hanya menyampaikan pengalaman pribadi…

Monggo dikomentari…

Tuesday, May 19, 2009

Acara yang aneh...

Beberapa hari sebelum ini, saya menonton sebuah acara yang menarik di salah satu stasiun televisi swasta. Acara ini memiliki format kuis di mana pesertanya adalah seorang dewasa yang diharuskan menjawab pertanyaan-pertanyaan kuis yang diambil dari pelajaran kelas lima sekolah dasar. Tidak hanya itu, peserta akan didampingi secara bergiliran oleh lima orang anak kelas lima sekolah dasar sebagai bantuan.

Pertama kalinya saya menonton acara tersebut, saya menonton seorang peserta yang didampingi seorang anak perempuan sebagai pendamping peserta seperti yang telah saya ungkapkan sebelumnya. Pertanyaan pertama yang dipilih oleh peserta tersebut adalah matematika dengan pertanyaan sebagai berikut:

3+3+3+3=... adalah 3x4 ataukah 4x3 ?

Dan hasilnya, baik peserta maupun pendamping menjawab 3x4 dan dibenarkan oleh host (Tantowi Yahya). Saya heran, saya ingat betul bahwa di sekolah dasar dahulu, saya selalu ditekankan bahwa bila ada angka 3 dijumlahkan sebanyak 4 kali maka hasilnya adalah 4x3=12 bukannya 3x4=12.

Apakah ini penting? Tentunya penting, mengingat hal ini sampai-sampai harus ditanyakan (baca : ditanamkan) pada anak sekolah dasar. Akan tetapi, di mana pentingnya? Ini dia jawabannya...

Anggaplah kita punya rumus f(a)=3a+6 , maka apakah artinya “3a” ?

Satu hal yang bisa kita sepakati bersama adalah bahwa 3a adalah kependekan dari 3.a yang merupakan kependekan dari 3xa

menurut apa yang diajarkan kepada saya, maka 3a adalah a+a+a

apabila, kita menurut seperti apa yang dianggap benar oleh kuis tersebut maka jawabannya adalah 3+3+3+3+3+3...hingga sebanyak a , padahal a di sini adalah variable dan tidak mungkin dia akan dapat menentukan akhir dari penjumlahan itu.

Kalau masih belum jelas, anggaplah kita punya dua persamaan yang diketahui memiliki hasil akhir sama, yaitu :
f(a)=3a+6 dan f(a)=2a+3 , dan kita akan mencari nilai a yang membuat dua persamaan itu memiliki nilai yang sama.

Dengan pemahaman yang saya yakini, akan diselesaikan seperti ini

<=> 3a+6 = 2a+3
<=> a+a+a+6 = a+a+3
<=> -a-a+a+a+a = 3-6
<=> a = -3

Dengan pemahaman seperti dalam kuis tersebut, maka pemecahannya akan seperti ini

<=> 3a+6 = 2a+3
<=> 3+3+3+3+...+6 = 2+2+2+2+...+3

ada yang bisa meneruskan??? berapa nilai a ?

Katakanlah kita merubah rumus menjadi f(a)=a3+6 dan f(a)=a2+3 , maka pemahaman dari kuis tersebut itu dapat memecahkan persoalan.

Akan tetapi, hal ini menjadi salah ketika diaplikasikan dalam fungsi barisan bilangan. Karena dalam fungsi barisan bilangan simbol a3 itu memiliki arti anggota barisan bilangan urutan ke 3 dari sebuah barisan bilangan a, contoh:

f(a)... a1 a2 a3 dengan aturan a(n)=3n+6, ups maaf a(n)=n3+6

maka a3=3.3+6 , sehingga a3=12...padahal kita sudah sepakati bersama bahwa a3 = ax3 = a+a+a
apakah itu berarti a = 4 , hehehe ya enggak, lah! Jadi, kita ganti juga aturan barisan bilangan itu menjadi

f(a)...1a 2a 3a dengan aturan a(n)=n3+6

Walah, malah bikin runyam...Udah bagus-bagus aturan penulisannya dibikin rapi kayak begitu, koq dibikin runyam dengan dibolak-balik begini? Nanti aturan penulisan rumus-rumus penting juga harus dibalik, seperti

R = 2Πr menjadi R = r2Π
E = Mc2 menjadi E = c2M (mbikin kuadrat-nya gimana, sih?), dll. karena substansinya adalah c dan Π adalah konstanta yang sudah jelas nilainya, sehingga bisa menjadi faktor multiplier (pengali) yang tepat untuk peubah (variable) M dan r. Hehehe, ya/nggak, sih?

Wes pokoknya, saya mau bilang bahwa jawaban dari acara kuis tersebut adalah salah dan harus diperbaiki. Terus sama anak perempuan yang menjadi pendamping (katanya “Juara Kelas”), kasihan kalau dari dasar saja sudah diajari sesuatu yang salah dan tidak konsisten semacam itu. “Juara Kelas”, lagi!

Hayo, bagaimana dengan anda?

Wednesday, May 6, 2009

Push E-Mail alternatif selain Blackberry

Setelah menggunakan I-Mail dari Indosat, saya ingin mendapatkan push e-mail client yang secara langsung menerima e-mail ke handset dan dapat mengambil lampiran (attachment). Aplikasi Push E-Mail biasa mensyaratkan koneksi data yang terus menerus (Seven, Nokia embedded Mail client, dsb...), hal ini menyebabkan ketahanan baterai yang menurun. Untuk aplikasi push e-mail terbaik saat ini (Blackberry®) memberikan tarif yang-bagi saya-tergolong mahal, 50rb/bulan untuk akses data sebanyak 50MB (e-mail yang lewat tidak sampai sebanyak itu dan attachment hanya sesekali muncul saja). Lalu bagaimana? Harus ada solusi untuk masalah ini...

Nah, ini solusinya...Saya sengaja tidak melakukan perintah COLLECT untuk mendapatkan e-mail dari akun saya di google ke handset saya, saya lebih memilih mem-forward e-mail yang masuk di akun google saya ke alamat I-Mail saya. Karena saya pikir hasilnya akan sama saja, e-mail akan terkirim dari alamat I-Mail saya alih-alih dari alamat akun google saya. Sudah begitu, attachment tetap saja tidak langsung saya terima. Hal ini memberikan keuntungan lain, karena e-mail saya di google sekarang bisa diakses dua kali. Pertama, lewat push e-mail berupa MMS yang masuk ke dalam handset saya. Kedua, lewat web mail yang juga bisa saya akses lewat Opera Mini. Nah, ini berarti pada saat saya mengakses akun e-mail saya di google lewat Opera maka saya bisa mendownload attachment yang dikirimkan. Jadi, masalah sudah terpecahkan.

Teknisnya begini, tentu anda sudah membaca bagaimana mendaftar ke layanan I-Mail.

Lalu, anda tinggal set akun Google Mail anda untuk meneruskan e-mail ke alamat I-Mail anda.

Nah, apabila ada pesan masuk dengan menyertakan attachment, anda tinggal akses saja akun Google Mail anda lewat Opera dan download attachment yang diinginkan.



Pilih, "buka" lampiran. Agar Opera "memaksa" browser bawaan handset anda untuk mendownload lampiran.



Selanjutnya, tinggal ikuti saja apa yang ditunjukkan handset anda.

TIPS : apabila handset anda memiliki aplikasi untuk membuka file terkompresi (contoh: .zip), usahakan untuk menganjurkan pengirim untuk mengirimkan file dalam format terkompresi untuk menghemat penggunaan akses data.