Friday, December 12, 2008

Komunitas Linux...sebuah ironi di tengah harapan

Apakah bedanya sebuah komunitas motor, katakanlah Komunitas Honda Tiger dengan Komunitas Linux? Keduanya adalah sama-sama komunitas pengguna dan lebih dalam lagi adalah pecinta objek yang menjadi pemersatu anggota komunitas tersebut (Honda Tiger dan Linux). Bedanya adalah yang satu (Honda Tiger) adalah produk dari satu vendor yang jelas sehingga mudah apabila mencari dukungan dan vendorpun dapat memiliki keuntungan promosi dari kegiatan yang diadakan komunitas tersebut, sementara yang lain (Linux) bukanlah sebuah produk dari vendor tertentu (kecuali beberapa komponen dan beberapa distro) sehingga tidak memiiki sisi positif yang telah disebutkan sebelumnya.

Sebenarnya, komunitas linux bisa memiliki keuntungan timbal-balik yang sama seperti yang dimiliki Komunitas Honda Tiger. Syaratnya adalah, kebutuhan (demand) akan perangkat lunak sehandal linux harus diperbesar sehingga sebesar kebutuhan akan kendaraan roda dua. Nah, itulah yang membuatnya menjadi ironi di tengah harapan akan menumbuhkan kemandirian di bidang perangkat lunak. Jelas menjadi sebuah ironi, di mana kebutuhan akan komputer-internet yang didasari dengan layanan listrik sebagai sumber utama kekuatan penyangga layanan di bidang komputer dan internet ini masih belum bisa menjangkau seluruh pelosok negeri, sementara harapan akan adanya kemandirian di bidang perangkat lunak terus-menerus didengungkan seiring dengan munculnya komunitas-komunitas linux di berbagai tempat dan berbagai label (distro, dsb.).

Lalu, apakah yang harus dilakukan komunitas linux dalam kaitannya semakin mempopulerkan linux di seluruh pelosok negeri? Jelas, mereka harus ikut menggerakkan warga masyarakat di daerah pelosok untuk membangun instalasi listrik untuk mendukung jaringan internet dan membagikan OLPC untuk siswa-siswi di sekolah tertinggal tersebut sambil memasukkan kurikulum IT berbasis Open Source! Ups, itu tugas pemerintah atau tugas komunitas linux ya? Atau pelaksanaannya di lapangan ditenderkan ke komunitas linux dengan dana dari pemerintah? Atau, komunitas linux mempopulerkan linux setelah semuanya tersedia? Hehehe, bingung aku!

Tidur aaahhh...

Salam Open Source!!!

1 comment:

Anonymous said...

http://www.ptcaq.blogspot.com/