Monday, November 17, 2008

Fungsi mengintip kaca spion kendaraan di depan kita

Saya punya kebiasaan mengintip wajah gadis-gadis cantik di jalan yang sedang mengendarai sepeda motor. Biasalah, bujangan yang masih ingin lihat-lihat yang seger-seger. Terkadang berbahaya juga kalau melihat dengan cara mendahului kendaraan yang dikendarai si gadis lalu menoleh ke arahnya untuk mengintip wajahnya, karena pada saat menoleh itu berarti perhatian kita tidak tertuju kepada lalu lintas di depan kita. Maka dari itu, saya mengembangkan kebiasaan yang lain, yaitu mengintip wajah gadis biker (pengendara sepeda motor) di spion mereka.

Teknik mengintip wajah ini saya rasa jauh lebih aman dibanding cara konvensional yang saya sebut di awal tulisan saya karena kita hanya mengintip spion di depan kita sehingga pandangan kita tetap ke arah depan dan perhatian kita terhadap lalu lintas tidak terlalu terganggu. Akan tetapi, cara ini memiliki kelemahan yaitu apabila spion yang digunakan oleh gadis itu terlalu sempit, wajahnya tidak akan nampak seutuhnya. Ya lumayanlah, yang penting dapet...namanya juga usaha, gitu Mas!

Akan tetapi, insiden yang saya alami belum lama ini membuat saya sadar bahwa teknik ini ternyata perlu lebih banyak digunakan dan yang lebih penting, “disempurnakan”!!! Insiden itu berawal saat saya sedang berada di belakang kendaraan seorang gadis berjilbab dengan seragam akademi kebidanan, saya sedang asyik mengintip wajahnya di balik kaca spion Yamaha Mio-nya ketika tiba-tiba dia bergerak ke arah kanan (saya mengintip dari spion sebelah kanan) untuk menghindari sebuah Honda Astrea Legenda yang muncul dari mulut gang. Hampir saja Yamaha Mio-nya menyenggol Honda SupraXX yang saya kendarai seandainya saya tidak sempat mengurangi kecepatan. Dari hasil pengintipan dari kaca spion, terlihat jelas bahwa si gadis berjilbab ini tidak sedikitpun melirik ke kaca spion untuk memastikan kondisi lalu lintas di sebelah kanan belakang dari kendaraannya benar-benar aman sebelum dia bergerak ke arah kanan.

Saya masih penasaran, saya terus mengintip kaca spion gadis ini sambil memperhatikan raut wajahnya yang manis. Tiba di sebuah persimpangan (simpang empat), saya memperkirakan gadis ini akan membelok ke arah kanan karena letak akademi kebidanan memang ke arah kanan. Sesuai dugaan saya dia bersiap-siap untuk menikung ke arah kanan dengan menyalakan lampu sein Yamaha Mio-nya, akan tetapi saya sayangkan sekali lagi dia melakukan manuver untuk berbelok ke arah kanan tanpa sekalipun melirik kaca spion-nya yang dibiarkan masih standar tersebut. Melihat hal tersebut, saya memilih untuk agak lambat dan mengambil posisi manuver di sisi luar atau dengan kata lain di sebelah kiri Yamaha Mio putih yang saya ikuti tersebut.

Akhirnya, setelah simpang empat yang kami lalui tersebut kami sampai di jalan lurus, di sini saya ingin mendahului gadis tersebut. Langkah pertama, nyalakan lampu sein kanan lalu lihat kaca spion arah kanan belakang dan akhirnya setelah yakin aman, gerakkan motor ke arah kanan lalu diikuti dengan memutar tuas gas lebih dalam dan jaga agar tidak sampai melebihi marka jalan (kebetulan sasarannya sudah cukup di tepi kiri) lalu kembali ke arah kiri dengan mematikan lampu sein tanpa mengurangi kecepatan.

Hmm, rupanya teknik mengintip kaca spion ini masih ada gunanya juga selain cuma mengintip wajah gadis, ya? Dengan ini kita mengetahui apakah pengendara di depan kita waspada atas keberadaan kita untuk selanjutnya mengetahui manuver seperti apa yang akan dia lakukan untuk nanti pada akhirnya kita menentukan posisi bagi kendaraan kita sendiri agar tetap dalam posisi aman dan nyaman. Itu sih, kalau pengendara di depan kita masih menggunakan kaca spion! Kalau sudah tidak menggunakan kaca spion, ya jaga jarak saja sekitar satu sampai dua meter untuk menghindari tabrakan dengan kendaraan di depan kita, itupun dengan catatan rem anda masih dalam kondisi baik.

Pokoknya, stay in safety riding...anywhere, anytime and anykind of motorcycle you ride!

Masih mau pakai bajakan?

Terkadang terbetik suatu ide di dalam pikiran saya, kenapa nggak sekali-kali menghitung lebih murah mana, antara MS Windows bajakan dan Linux yg gratis. Setelah lama terpendam karena minder karena sudah terlanjur berpikir bahwa MS Windows bakal lebih murah, akhirnya kemarin saya bersemangat lagi untuk menganalisa tentang hal ini setelah seorang rekan saya mencibir saya dg kata2 ¨selama masih bisa pakai bajakan, kenapa harus pindah Linux?¨

Tapi coba perhatikan, bila kita membeli CD Ubuntu dari juragan kambing (http://kambing.ui.edu) kita bisa mendapatkan seharga 5rb, sementara 5 DVD Repository seharga 50rb sehingga total 55rb. Atau bagi seorang gamer, bisa membeli DVD Ubuntu Ultimate Gamer seharga 10rb, jadi total 60rb. Udah dapet aplikasi open source kumplit-plit!

Kalaupun mau pakai Mandriva seperti saya, saya beli DVD Mandriva XTreme2 dari Tusnet (http://www.tusnet.tk) plus DVD Repository-nya total 65rb

Bila kita membeli CD/DVD bajakan, berapa harga paling murah? 25rb? 15rb? Ya sudah, 5rb saja untuk CD bajakan dan 10rb untuk DVD bajakan seperti yg di Depok itu (Hehe, mengenang zaman jahiliyah menggunakan MS Windows bajakan). Apalagi, harga CD/DVD kosong juga tidak terlampau jauh dengan bilangan tersebut.

Mari kita hitung pengeluaran untuk CD/DVD MS Windows bajakan dan software pendukungnya:

DVD MS Windows Vista Ultimate : 1 DVD : 10rb

DVD MS Office 2007 Enterprise : 1 DVD : 10rb

Game Need For Speed Pro Street : 2 DVD : 20rb

Anti Virus : 1 CD : 5rb

Total : 45rb

Sepertinya sudah cukup, akan tetapi apakah anda puas dg itu saja? Saya koq nggak yakin, ya? Sepertinya anda butuh juga program-program utility, program-program multimedia (converter dan editor file multimedia) dan program graphic (Corel Draw dan Adobe Photoshop). Karena bisa pakai bajakan, maka kita hitung ala bajakan juga, donk!

Kumpulan program utility : 1 CD : 5rb

Kumpulan program multimedia : 1 CD : 5rb

Kumpulan program graphic : 1 CD : 5rb

Total : 15rb

Jadi pas 60rb, kan? Cuma belum ada Web Editor, Development Environment, SQL DBMS, tuh! Kalau mau nambah lagi, silakan dihitung sendiri, ya?

Kalau sudah begini, siapa bilang mending pakai bajakan selama masih bisa pakai bajakan? Dari hitungan di atas, sudah jelas mana yg lebih murah, kan? Sudah lebih murah, lebih menguntungkan pula, karena tidak dipusingkan dg crack, serial number, dsb. Dan yg pasti, legal alias enggak dosa soalnya ada beberapa yg mengatakan hukumnya haram (hayo loe!).

Sudah banyak yg berandai-andai tentang penurunan harga software berlisensi, andai saja software berlisensi bisa turun harga hingga 50rb/keping untuk software yg dikemas dalam CD atau 100rb/keping untuk software yg dikemas dalam DVD atau harga yg tidak jauh dari harga tersebut, pastilah jumlah pembeli software berlisensi akan berkembang, setidaknya kesadaran masyarakat akan menghormati hak cipta akan berkembang dan menciptakan iklim bisnis yg sehat, mengingat di beberapa negara, harga software tidak semahal di Indonesia.

Akan tetapi, sepertinya Open Source adalah jawaban yg tepat untuk jangka pendek ini. Bukan masalah gratisnya, bukan masalah murahnya. Akan tetapi lebih kepada keterbukaannya, keterbukaan ini yg membuat setiap orang dapat berpartisipasi, dapat saling mengembangkan, dapat pula mengubah sesuai keperluan masing-masing. Jadi nggak ada yg namanya NATO (No Action Talk Only) coz even when u only talk, u`ve had an action. At least, ngomong kalo loe enak pake ni software terus ngajakin yg laen pake ni software, gitu choy!

Sifat keterbukaannya ini membuat setiap orang dapat berpartisipasi dan dapat saling mengembangkan, membuat setiap komunitasnya menjadi mandiri dan mampu bediri tanpa perlu dukungan vendor, sehingga sangat cocok untuk diaplikasikan bagi negara kita yg menganut budaya gotong royong ini (lho?). Bersama-sama mengembangkan software open source lalu oleh tim yg ditunjuk oleh pemerintah, software ini diaplikasikan untuk pemerintahan karena pemerintah ada untuk menyejahterakan rakyat dengan memanfaatkan sumber daya yg ada pada masyarakatnya sehingga terbentuklah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.

Ah, indahnya negeriku ini...

Saturday, November 1, 2008

Mainin DVD Ndak Pake DVD Drive

Saya upgrade harddisk saya menjadi 160GB dengan tujuan saya dapat dengan mudah menyalin DVD Movie dalam bentuk image dan memutarnya langsung di harddisk. Di Ms Windows, saya dapat dengan mudah melakukannya dengan menggunakan bantuan perangkat lunak pihak ketiga yang mampu menyimpan image dari DVD Movie. Hanya saja, untuk dapat diputar layaknya DVD Movie maka perangkat lunak ini menyimpan file image dari salinan DVD tersebut dengan format yang hanya dia kenali sendiri. Hal ini menyebabkan file image yang telah saya buat dari hasil menyalin DVD Movie hanya dapat dibuka di komputer yang telah terdapat perangkat lunak yang mampu membuka file image khusus itu.

Di Linux, saya dapat melakukannya tanpa perlu menambahkan aplikasi untuk membuka image DVD. Apalagi, format image-nya adalah .iso . Mengapa harus “.iso” ? Karena format ini telah menjadi standar bagi penyalinan cakram (disk) dalam bentuk image. Sehingga, perangkat lunak yang berurusan dengan image DVD atau CD pasti mampu mengurusi file image dengan format .iso .

Nah, tips yang akan saya sajikan di sini adalah tips untuk melakukan hal tersebut di atas tanpa masuk ke console alias semuanya selalu di mode grafis. Karena tutorial yang selama ini ada, selalu melibatkan console alias di mode text terkadang membuat para pemula merasa kesulitan.

1.Masukkan DVD atau VCD yang ingin anda buat image-nya

2.Biasanya, akan muncul dialog yang menanyakan apa yang ingin anda lakukan dengan DVD Movie tersebut. Kalau muncul, langsung pilih “Copy DVD with K3B”
Free Image Hosting at www.ImageShack.us



3.Setelah anda pilih, maka anda akan dihadapkan pada dialog untuk Copy DVD. Centang pilihan “Only create image” di kolom “Settings”
Free Image Hosting at www.ImageShack.us

QuickPost Quickpost this image to Myspace, Digg, Facebook, and others!">



4.Di tab “Image”, set posisi file image yang akan dibuat (dalam hal ini : /home/banaspati/Videos/Movies/GoldenCompass.iso). Lalu, tekan tombol start
Free Image Hosting at www.ImageShack.us

QuickPost Quickpost this image to Myspace, Digg, Facebook, and others!">




  • 5.Selama menunggu proses penyalinan, silahkan buka text editor favorit anda. Dalam hal ini, saya menggunakan KEdit. Setelah terbuka, lalu ketikkan
    gmplayer dvd://1 -dvd-device /file DVD image.iso anda , dalam hal ini :
    gmplayer dvd://1 -dvd-device /home/banaspati/Videos/Movies/GoldenCompass.iso
    Free Image Hosting at www.ImageShack.us

    QuickPost

    6.Setelah selesai simpan text anda dalam bentuk format .sh , dalam hal ini GoldenCompass.sh
    Free Image Hosting at www.ImageShack.us

    QuickPost

    7.Setelah selesai proses penyalinan, silakan anda klik ganda file .sh yang telah anda buat. Dalam hal ini GoldenCompass.sh

    Selamat, anda kini bisa menyaksikan film DVD kesayangan anda tanpa harus memutarnya di DVD Drive di komputer anda.
    Free Image Hosting at www.ImageShack.us