Menyimak tulisan I Made Wiryana dalam dua edisi InfoLinux (edisi 08/2008 dan edisi 09/2008) , saya mendapatkan sebuah pandangan baru yang semoga bisa jadi gambaran dan pertimbangan rekan-rekan sekalian. Seperti yang kita ketahui, ada tipe storage baru berbasis flash memory bernama Solid State Drive yang dipopulerkan oleh salah satu produk netbook terlaris saat ini, Asus EeePC. Solid state disk (SSD) berbeda dengan harddisk, karena ada batas berapa kali proses penulisan dapat dilakukan. Sehingga sistem yang menggunakan SSD sebagai media penyimpanan kerja harus mengurangi frekuensi proses penulisan. Ini menyebabkan berkas seperti temporary, swap dan sebagainya tidak bisa diletakkan di filesystem.
Namun, storage tipe ini memiliki keunggulan yaitu tidak berisik, hemat daya, cepat dan sangat handal. Walaupun harganya memang masih sangat mahal karena harga Flash memory memang masih mahal. Akan tetapi, memang tipe storage berbasis flash yang melakukan penyimpanan data secara elektronis (bukan magnetis seperti harddisk) ini memiliki ketahanan dan kehandalan yang jauh lebih baik ( Majalah CHIP, edisi 08/2008, Pengujian Ketahanan Media)
Untuk linux proses perubahan dari lokasi ini tidak begitu rumit, hanya perlu dilakukan beberapa perubahan pada proses penulisan file. Misal tidak menggunakan partisi swap, partisi SSD dimounting dengan opsi “noatime”, dan tidak menggunakan filesystem dengan journaling. Selebihnya adalah pemetaan direktori serta pemanfaatan /etc/sysctl.conf untuk mengoptimalkan proses penulisan ke SSD. Berbeda dengan WindowsXP, Microsoft membutuhkan waktu lama untuk men-tune sehingga cocok untuk eeePC. Akibat permintaan pengguna untuk menggunakan WindowsXP, maka versi baru eeePC terpaksa dinaikkan hardware-nya termasuk kapasitas SSD-nya. Hal ini menyebabkan harga eeePC menjadi lebih mahal, dan ini disebabkan kekurangmampuan WindowsXP di“tune” untuk ukuran kecil.
Dalam jangka waktu dekat ini, tampaknya USB Flash Drive sebesar 2GB masih lebih dari cukup untuk media penyimpanan portable yang saya gunakan. Mungkin bila sudah saatnya beralih ke SSD, kita bisa berharap Microsoft sudah membenahi produknya untuk menangani storage berbasis flash ini.
Salam semuanya!!!
No comments:
Post a Comment