Pertama kali saya tahu notebook ini dari cerita teman saya yang sedang memeriksa pengadaan notebook untuk KPK (K***** P************ Korupsi), dia menceritakan pengadaan notebook tersebut dimenangkan oleh Dell dengan pengadaan tipe Latitude D620 seharga 8.5juta per unit untuk 100 unit notebook. Dia heran, apa yang membuat vendor ini memenangkan tender tersebut mengingat harga 8.5juta untuk sebuah notebook sekelas coreduo T2400 terbilang cukup mahal (NB: 8.6 juta kita bisa mendapatkan Lenovo Y400-44A dengan prosesor Intel Core2Duo).
Iseng–iseng saya mencari speknya di internet bersama teman saya itu dan ketemu notebook yang saya beli ini dengan harga 11.6juta, akan tetapi harga 11.6juta tersebut masuk akal dengan adanya Nvidia Quadro NVS110M yang dibekali dengan Integrated RAMDAC 256MB dan Windows XP Profesional (ini cuma untuk keperluan pemeriksaan, lho!), setelah mencari informasi lebih jauh, rupanya spek Dell Latitude D620 yang memenangkan tender KPK tersebut adalah yang “cuma” dipersenjatai dg VGA Intel GMA950. Cuma, saya dapat sesuatu yang lebih dalam hal ini, saya jadi tahu ada Dell Latitude ATG D620 yang terkenal tahan banting itu dan juga varian D620 yang lain walaupun tidak setangguh tipe ATG, akan tetapi lumayan juga karena dikaruniai casing titanium (rata2 notebook ber-casing plastik). Di samping itu, 3G/HSDPA UMTS Band wireless connection yg dianugerahkan padanya, cukup membuat notebook ini jadi tampak berkelas. Belum lagi Trusted Platform Module (TPM) dan Smart Card Reader untuk urusan security.
Sempat saya mempertimbangkan untuk membeli seri ATG dan meminta saran dari rekan2 milis id-ubuntu hingga akhirnya, saya menjatuhkan pilihan pada Dell Latitude D620 second hand seharga Rp 8.000.000,oo dengan spesifikasi sbb;
Intel Core Duo T2400 1.83GHz ( 2MB L2 Cache , FSB 667 Mhz)
DDR2 SDRAM 1GB (free Upgrade to 2GB)
NVidia Quadro NVS110M Integrated RAMDAC 256MB
DVD-R/W Super Multi Drive Internal
HD 80GB (Upgraded to 160GB) Seagate ST9160821AS
Bluetooth & Wireless Intel 3945
Soundcard Sigmatel STAC9200
Broadcom NetXtreme BCM5752 Gigabit Ethernet PCI Express
Oh ya, sebelumnya saya sampaikan ada juga referensi “musuh” seimbang untuk notebook tipe ini yaitu IBM Thinkpad T60 type 2623-D3U second hand seharga Rp 10.900.000,oo *
Intel Core Duo T2500 2Ghz ( 2MB L2 Cache , FSB 667 Mhz)
1GB DDR2
HDD 100GB SATA
15" tft Super XGA 1400x105 *
Graphics ATI Mobility RADEON X1400 with 128MB Dedicated Memory
DVD-RW Super Multi Drive Internal
3 USB Port ver 2.0
RGB Port
Modem 56k
Gigabit Intel PRO 1000PL Ethernet 1000Mbps
InfraRed Port
Mouse Double : Stick Pointer & Touchpad
Express Card Slot *
FINGER Print Security Built in *
Wireless LAN Intel PRO 3945ABG 802.11abg 54Mbps MultiBand Built in
BLUETOOTH Built in
WWAN UMTS-HSDPA 3G Data Card Built in
IBM ThinkLight (lampu kecil diatas LCD)
Battery Lithium Ion Extra Capasity 7800mAh (bisa sampai 5 jam lebih)
Adaptor Charger
Tas
* point yang menjadi pertimbangan saya untuk tidak jadi membeli
Setelah membawa pulang notebook ini, tanpa basa – basi langsung saya install Mandriva Linux 2007 dan semuanya berjalan dengan baik, kecuali wireless chipset yang harus saya download drivernya di http://www.ipw3945.sourceforge.net versi rpm-nya saya download di http://rpm.pbone.net
Sejauh ini saya puas dengan performanya terutama baterai yang ternyata masih tahan 2 jam, akan tetapi saya belum bisa memaksimalkan VGA-nya (NVidia Quadro NVS110M) yang konon sangat powerfull untuk membuat animasi 3D itu (saya pakai Blender3D). Well, ada yang bisa membantu?
Urusan hardware detection selesai, selanjutnya kita melangkah ke emulasi dengan menggunakan WINE. Kenapa ini diperlukan? Karena pekerjaan saya sebagai pegawai fungsional di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menuntut saya untuk meng-install aplikasi Billing System PDAM dan Sistem Informasi Akuntansi Keuangan PDAM sebagai sarana asistensi sistem informasi keuangan. Dengan catatan, aplikasi ini dibangun di atas Microsoft Visual Fox Pro dan si pembuatnya juga dengan pelitnya enggak ngasih installernya ke saya (padahal saya suruh meng-asistensi pakai aplikasi bikinan dia!), dia cuma ngasih copy-an dari hasil instalasi dan ternyata gagal dieksekusi di WINE (kurang ajar!). Aplikasi yang kedua, SIMDA (Sistem Informasi Manajemen Keuangan Daerah) yang User Interface-nya dibangun lewat Deplhi dan Database-nya menggunakan Microsoft SQL Server (tambah parah), inipun saya gagal karena emulasi Microsoft SQL Server belum bisa saya lakukan dengan baik (tolong, dong!).
Sayang, di kantor saya memang masih Microsoft minded, jadi ya begitulah! Parahnya lagi, software-nya masih bajakan kecuali untuk server dan workstation yang dipakai di kantor. Untuk yang dipakai di notebook, nggak usah ditanya, ya? Sudah untung polisi enggak nge-razia PC-Desktop rumahan dan notebook/laptop pribadi jadi mereka aman – aman saja pakai software bajakan di laptop/notebook pribadi mereka, ah capek ngurusin software enggak sehat (bajakan).
3G/GPRS Modem dengan slot SIM card di balik baterainya itu, sayang sekali tidak bisa digunakan di Indonesia karena perbedaan frekuensi. Proyek ke depannya setelah masa garansi notebook ini habis, saya akan melakukan un-lock frekuensi modem tersebut agar bisa digunakan di Indonesia. Masih bersama Linux tentunya, karena dengan Linux dan Open Source, kita terbebas dari monopoli satu vendor.
11 comments:
(T A T
Bantu saya, saya pengguna Dell Latitude d620
Drivernya udah ga respon..
Kartu SIM di Battery juga buat apa in ?
3G/GPRS Modem dengan slot SIM card di balik baterainya itu, sayang sekali tidak bisa digunakan di Indonesia karena perbedaan frekuensi. Proyek ke depannya setelah masa garansi notebook ini habis, saya akan melakukan un-lock frekuensi modem tersebut agar bisa digunakan di Indonesia. Masih bersama Linux tentunya, karena dengan Linux dan Open Source, kita terbebas dari monopoli satu vendor.
3G/GPRS Modem dengan slot SIM card di balik baterainya itu, sayang sekali tidak bisa digunakan di Indonesia karena perbedaan frekuensi. Proyek ke depannya setelah masa garansi notebook ini habis, saya akan melakukan un-lock frekuensi modem tersebut agar bisa digunakan di Indonesia. Masih bersama Linux tentunya, karena dengan Linux dan Open Source, kita terbebas dari monopoli satu vendor.
3G/GPRS Modem dengan slot SIM card di balik baterainya itu, sayang sekali tidak bisa digunakan di Indonesia karena perbedaan frekuensi. Proyek ke depannya setelah masa garansi notebook ini habis, saya akan melakukan un-lock frekuensi modem tersebut agar bisa digunakan di Indonesia. Masih bersama Linux tentunya, karena dengan Linux dan Open Source, kita terbebas dari monopoli satu vendor.
mohon bantuannya, saya pengguna dell latitude d620, dell saya ini sudah di instal ulang. sekarang pakai ws7. nah yang jadi permasalahan, NVIDIA nya tidak ke detect. dan cd drivenya tidak ada. saya sudah coba download Nvidia quadro nvs 110M. tapi mengapa tidak support dengan hardwarenya. padahal kan, justru nvidia bawaannya adalah type itu. mohon bantuannya, dan jika ada rekomendasi untuk download nvidianya tolong beritahu saya. terimakasih.
semoga bermanfaat
Silahkan download drivernya di situs resmi dell dan menggunakan windows 7 64bit saya berhasil...
Apakah slot sim card di dekat batre bisa di coneksi?
Ini bisa upgrade win 10 gak. Tolong bantu jawab
Bisa dobel batre kan ya...beli dmn ya batre tmbahan nya
bisa...sy pake windows 10
Saya ditawari dell latitude d620, dgn harga murah... Tapi setiap akan digunakan harus selalu sembari dicash tanpa dicash tdk bisa nyala... Apakah permasalahan nya di batteray-nya?..
Post a Comment